Rabu, Oktober 14, 2026

Hairul Iman: Pentingnya Verifikasi Maraknya Hoaks dan Misinformasi

Must Read

Sidimpuanpos.com – Hairul Iman Hasibuan, M.I.Kom., yang juga Penasehat PWI Tabagsel, menegaskan pentingnya literasi media bagi mahasiswa untuk menghadapi maraknya hoaks, misinformasi, dan informasi provokatif di media sosial.

Kegiatan pengenalan jurnalistik bertema “Mahasiswa dan Tantangan Literasi Media di Era Informasi Cepat” berlangsung di Emerald Hall Hotel Mega Permata, Kota Padangsidimpuan, Sabtu (15/11).

Dalam pemaparannya, Hairul Iman menyampaikan bahwa banyak masyarakat menjadi korban informasi palsu karena kurang melakukan verifikasi.

Baca Juga : 10 Negara Ikuti Kejuaraan Atletik Asia Tenggara di Sumut

“Di media sosial kita sering melihat berita bohong yang tidak sesuai fakta. Contohnya pernah muncul kabar palsu tentang pesepakbola Kylian Mbappé yang diklaim meninggal dunia lengkap dengan video menyesatkan. Padahal informasinya tidak benar,” ujarnya.

Ia juga mencontohkan hoaks internasional lain, seperti klaim bahwa Michael Jackson masih hidup hingga fenomena cahaya terang yang disebut sebagai ‘pesawat alien’.

Ia menilai narasi seperti ini mudah tersebar karena sebagian masyarakat menerima informasi hanya berdasarkan keyakinan.

“Informasi seperti itu tidak hanya dibahas di luar negeri, tetapi juga sampai ke daerah. Ini menunjukkan betapa dahsyatnya penyebaran berita bohong,” katanya.

Selain hoaks, Iman turut membahas misinformasi, yakni penyebaran informasi keliru tanpa unsur kesengajaan.

Ia mengingatkan masih beredarnya pesan lama tentang penjaga makam Nabi Muhammad yang disebut memperingatkan datangnya kiamat.

“Ini pelajaran penting mengenai perlunya verifikasi. Satu informasi yang tidak dicek bisa berdampak luas dan meresahkan masyarakat,” ujar Iman yang juga Dosen UIN Syahada Padangsidimpuan.

PWI mengingatkan publik agar mewaspadai informasi provokatif, terutama yang memanfaatkan isu sensitif seperti SARA, konflik sosial, atau kenaikan biaya pendidikan. Konten semacam ini biasanya dibuat untuk memicu kemarahan.

Lihat Juga : Sumut Terapkan PUBG 2026, 41 Ribu Siswa Nias Terima Manfaat

Melalui kegiatan ini, PWI mengajak mahasiswa menjadi penyaring dan pengawas informasi, bukan hanya penerima. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan hoaks, disinformasi, dan provokasi sehingga tidak mudah terpengaruh isu menyesatkan.

“Kemampuan memeriksa sumber, memanfaatkan data, dan memahami konteks adalah bagian penting dari literasi media. Ini sangat dibutuhkan di era informasi cepat seperti saat ini,” pungkasnya.(AP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

186 Kades di Musi Rawas Ikuti Workshop, Pengelolaan Dana Desa Ditekankan Harus Akuntabel

Sidimpuanpos.com, MUSI RAWAS – Sebanyak 186 kepala desa (kades) se-Kabupaten Musi Rawas mengikuti Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This