Sidimpuanpos.com — Gangguan layanan air bersih kembali dikeluhkan warga Kota Padangsidimpuan sejak tiga hari terakhir. Sejumlah wilayah mengalami mati total, sementara sebagian lain masih mendapat pasokan meski dengan debit yang kecil. Laporan masyarakat masuk dari berbagai kecamatan, terutama dari wilayah kota yang biasanya menjadi jalur pelayanan utama.
Kepala Bagian Jaringan SPAM/PKA PDAM Tirtanadi Cabang Tapanuli Selatan di Padangsidimpuan, Tambatua Rambe, memberikan penjelasan lengkap mengenai penyebab gangguan tersebut. Menurutnya, kerusakan parah terjadi pada jalur pipa distribusi di daerah Sisundung, yang kini terdampak longsor besar akibat cuaca ekstrem beberapa hari terakhir.
Tambatua mengungkapkan bahwa jalur Sisundung memiliki empat jalur pipa utama, masing-masing berdiameter 300 mm, 250 mm, 200 mm, dan 150 mm. Keempat jalur ini selama ini menjadi sumber utama pendistribusian air ke sejumlah pemukiman di Padangsidimpuan.
Baca Juga : Wali Kota Padangsidimpuan Dorong Sinergi Guru-Orang Tua untuk Perkembangan Anak
“Sekarang tidak terhitung lagi berapa potongan pipa yang longsor. Ada sekitar lima titik longsor besar yang dilewati jalur pipa. Untuk mencapai titik paling atas saja belum bisa kami lakukan karena aksesnya putus total,” jelas Tambatua.
Ia menyebut jalur pipa yang berada di bagian paling bawah sangat berisiko hanyut karena letaknya berada di tepi sungai. Debit air sungai yang meningkat membuat posisi pipa tidak stabil dan rawan terbawa arus.
Tim teknis PDAM telah melakukan perbaikan selama tiga hari berturut-turut, namun cuaca buruk terus menjadi hambatan utama. Hujan lebat dan struktur tanah yang rapuh membuat petugas bekerja dalam kondisi yang sangat berbahaya.
Lihat Juga : Syahrul M Pasaribu Tegaskan UKW Penting Perkuat Kepercayaan Publik
“Petugas sampai lari-lari menyelamatkan diri karena longsor tiba-tiba turun dari tebing. Ada sembilan pekerja di lokasi, empat di antaranya terjatuh saat berusaha menghindari longsoran. Ini bukan medan yang mudah, kondisi di sana sangat rawan,” ujar Tambatua.
Akibat kejadian tersebut, PDAM telah melaporkan situasi ini ke manajemen pusat hingga ke tingkat direksi untuk mendapatkan dukungan tambahan, termasuk alat berat dan tim teknis tambahan dari Medan. Namun, mobilisasi bantuan masih menunggu kondisi cuaca yang memungkinkan.
Banyak warga mempertanyakan alasan mengapa sebagian daerah masih mendapat pasokan air PDAM sementara wilayah lain mati total. Menanggapi hal ini, Tambatua menjelaskan bahwa wilayah yang masih mengalir terhubung ke sumber air Hutatunggal, yang saat ini tidak terdampak longsor.
“Sumber Hutatunggal masih aman. Namun cakupannya sangat kecil, hanya sekitar 10 persen dari seluruh pelanggan. Jalur ini juga tidak bisa dialihkan untuk melayani daerah lain karena sistem pipa dan tekanan airnya berbeda,” ujarnya.
Wilayah yang masih mendapatkan aliran antara lain:
- Pasar Impres hingga Sirappak,
- Sebagian Losung Batu hingga SP Mulia,
- Beberapa titik di Tano Bato,
- Wilayah Melati yang terkadang baru mendapat aliran pada malam hari,
- Sutan Muhammad Arif bagian bawah, meski bagian atas belum tentu mendapat aliran.
Sementara itu, daerah yang mengalami mati total terutama yang terhubung dengan pipa berdiameter 250 mm. Wilayah tersebut meliputi:
- Kawasan pusat kota,
- Padangmatinggi,
- Kompleks DPRD Padangsidimpuan.
Tambatua menambahkan bahwa sempat terjadi aliran pada Senin malam setelah perbaikan sementara dilakukan, namun kembali terhenti akibat longsor susulan.
PDAM belum dapat memastikan kapan aliran air akan kembali normal. Mengingat kondisi medan dan cuaca yang tidak menentu, proses pemulihan jaringan diperkirakan membutuhkan waktu lebih lama.
“Selama curah hujan tinggi, kami sangat terbatas. Kapan bisa selesai? Belum bisa dipastikan. Bantuan dari Medan sudah disiapkan, tapi semuanya bergantung pada kondisi lapangan,” ujarnya.
Di akhir penjelasannya, Tambatua mengimbau warga untuk bersabar. Menurutnya, gangguan ini murni di luar kendali PDAM dan sepenuhnya dipicu oleh faktor alam.
“Mohon kesabaran masyarakat. Kami di lapangan tetap berusaha semaksimal mungkin. Namun keselamatan petugas juga harus menjadi prioritas. Cuaca sangat menentukan langkah kami,” tutupnya. (SW)


