Sidimpuanpos.com – Kemacetan cukup parah kembali mewarnai kawasan Simpang Lampu Merah Sadabuan, Kota Padangsidimpuan, pada Selasa sore (02/06/2026).
Titik persimpangan ini kembali menjadi saksi bisu terjadinya penumpukan kendaraan yang mengular, menyusul puncak aktivitas masyarakat yang terjadi secara bersamaan di penghujung hari kerja.
Kondisi padat merayap hingga stagnasi di beberapa lajur mulai terasa sejak pukul 15.30 WIB.
Wilayah Sadabuan yang memang dikenal sebagai salah satu titik rawan macet, sore ini mengalami beban volume kendaraan yang berlipat ganda akibat perpaduan arus keluar dari kompleks persekolahan dan mobilitas warga lokal.
Baca Juga : JNE Beri Motor Baru untuk Kurir Korban Begal di Bandung
Berdasarkan pantauan langsung di sekitar area lampu merah, ada dua faktor utama yang memicu kemacetan panjang sore ini:
- Jam Kepulangan Pelajar: Ratusan anak sekolah dari kompleks pendidikan di sekitar Sadabuan keluar secara bersamaan, baik yang menggunakan angkutan umum, dijemput orang tua, maupun berkendara mandiri.
- Arus Komuter Sore: Kendaraan dari arah pusat kota yang hendak menuju area pemukiman di bagian atas Sadabuan beradu dengan kendaraan dari jalur lintas, menciptakan antrean panjang di belakang marka lampu merah.
Kondisi macet yang berulang di titik ini memicu keluhan sekaligus harapan dari warga serta pengguna jalan yang terjebak di lokasi.
Lubis (45), salah seorang orang tua yang sedang menjemput anaknya, mengaku harus menghabiskan waktu lebih lama di jalan.
​”Simpang lampu merah Sadabuan ini memang sudah langganan macet kalau sore. Apalagi pas jam anak-anak kita pulang sekolah, ditambah orang pulang kerja, jadinya menumpuk semua di sini. Kadang durasi lampu hijaunya terasa cepat habis karena saking panjangnya antrean kendaraan di belakang,” keluh Lubis.
Sementara itu, Anggraini (34), seorang warga sekitar yang hendak melintas untuk keperluan rumah tangga, menyoroti pentingnya ketertiban di area persimpangan tersebut.
Lihat Juga : Korban Kebakaran di Siabu Terima Bantuan dan Dukungan Pemda
​”Ramainya luar biasa sore ini, bising suara klakson di mana-mana. Masalahnya, sering kali angkot atau motor berhentinya melebihi garis atau ngetem dekat persimpangan sekolah buat cari sewa anak sekolah, jadi jalanan makin sempit. Memang area ini butuh pengawasan ekstra dari petugas kalau sudah masuk jam krusial seperti sore hari ini,” ungkapnya.
Hingga menjelang petang, arus lalu lintas di Simpang Lampu Merah Sadabuan masih terpantau padat dan merayap perlahan. Para pengguna jalan diimbau untuk tetap bersabar, tidak saling serobot di persimpangan, dan tetap mematuhi rambu lalu lintas yang ada demi keselamatan bersama.(Dani)


