Sidimpuanpos.com – Suasana Lapangan Masjid Al-Mukarrom Salambue tampak berbeda dari biasanya, Jumat (31/7/2026). Puluhan siswa Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) se-Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara berkumpul mengikuti Pelatihan Bilal Mayit, sebuah bentuk nyata komitmen Pemerintah Kota Padangsidimpuan dalam mendukung pembinaan keagamaan generasi muda.
Kegiatan ini dibuka oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan, Ihram Kurnia Agustan, S.K.M., M.Kes., yang mewakili Wali Kota Padangsidimpuan Dr. H. Letnan Dalimunthe, S.K.M., M.Kes. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi terselenggaranya pelatihan tersebut.
Membacakan sambutan tertulis Wali Kota, Ihram menegaskan bahwa menjadi bilal mayit bukan sekadar memahami tata cara penyelenggaraan jenazah sesuai syariat Islam, melainkan juga menuntut keikhlasan, kesabaran, ketelitian, dan tanggung jawab tinggi sebagai bagian dari fardhu kifayah.
“Pelatihan ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan peserta agar mampu melaksanakan penyelenggaraan jenazah dengan benar sesuai tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah. Pemerintah Kota Padangsidimpuan akan terus mendukung program pembinaan keagamaan yang memperkuat akhlak, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mewujudkan masyarakat yang religius dan harmonis,” ujarnya.
Baca Juga : Target Satu Desa Satu PAUD, Tapsel Kukuhkan 248 Bunda PAUD
Senada dengan itu, Ketua FKDT Kota Padangsidimpuan, Mora Parlaungan, menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh Pemerintah Kota terhadap kegiatan yang dinilainya sangat bermanfaat bagi pembinaan pendidikan keagamaan di kalangan anak-anak MDTA.
“Dukungan Pemerintah Kota Padangsidimpuan menjadi bukti komitmen dalam memajukan pendidikan keagamaan. Melalui pelatihan ini kami berharap peserta semakin memahami ilmu agama, memiliki akhlak mulia, serta mampu menjadi generasi penerus yang membawa manfaat bagi agama, masyarakat, dan Kota Padangsidimpuan,” ungkapnya.
Melalui pelatihan ini, diharapkan lahir kader-kader muda yang tak hanya cakap dalam ilmu agama, tetapi juga siap mengabdi kepada masyarakat, sehingga nilai-nilai keislaman terus terjaga dan diwariskan dari generasi ke generasi.(Galeh)
Sumber : kominfopsp


