Kamis, Oktober 15, 2026

Dari Pasar ke Pos Polisi, Sejarah Balkon Pajak Batu Padangsidimpuan

Must Read

Sidimpuanpos.com – Di jantung Kota Padangsidimpuan, tepatnya di ruas Jalan Sudirman (dahulu dikenal sebagai Jalan Merdeka), berdiri sebuah bangunan bersejarah yang memiliki tempat khusus di hati masyarakat setempat (03/02/2026).

Bangunan yang secara turun-temurun dikenal dengan sebutan Balkon Pajak Batu atau Pos Kota ini kini telah bertransformasi menjadi salah satu kantor kepolisian penting di bawah naungan Polres Padangsidimpuan.

Bangunan ini merupakan saksi bisu kejayaan ekonomi masa lalu. Dahulu, area ini adalah bagian dari pasar tradisional yang sangat populer. Disebut sebagai “Pajak Batu” (Pajak dalam bahasa lokal berarti pasar) karena konstruksi lantainya yang menggunakan susunan batu atau semen permanen, berbeda dengan pasar-pasar lain di masa itu yang masih beralaskan tanah.

Baca Juga : Pelaku Penganiayaan Berat di Aek Tuhul Ditangkap Polisi

Bagian “Balkon” yang berada di lantai atas dulunya berfungsi sebagai tempat memantau kerumunan pasar sekaligus menjadi area publik di mana warga berkumpul untuk melihat suasana kota dari ketinggian.

Struktur bangunan yang tinggi dan kokoh menjadikannya simbol kemajuan arsitektur perkotaan di Padangsidimpuan pada masanya.

Seiring dengan perkembangan kota, fungsi bangunan ini pun berubah. Posisi strategisnya di titik nol atau pusat keramaian Jalan Sudirman menjadikannya lokasi yang ideal untuk fungsi pengamanan. Saat ini, bangunan bersejarah tersebut telah dialihfungsikan menjadi Pos Polisi Kota atau Pos Lantas.

Keberadaan kantor kepolisian di gedung ini bertujuan untuk mempercepat respons keamanan dan pengaturan lalu lintas di pusat perniagaan yang padat.

Lihat Juga : Jalan Angkola Julu Rusak Parah, Warga Desak Perbaikan

Meski fungsinya telah berubah total dari tempat berdagang menjadi pusat komando petugas kepolisian, bentuk fisik bangunan yang khas tetap dipertahankan, menjaga nilai estetika sejarah di tengah modernisasi kota.

Kini, “Balkon Pajak Batu” tidak lagi riuh dengan tawar-menawar barang, melainkan menjadi simbol kehadiran negara dalam menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas di Kota Padangsidimpuan.(Dani)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

186 Kades di Musi Rawas Ikuti Workshop, Pengelolaan Dana Desa Ditekankan Harus Akuntabel

Sidimpuanpos.com, MUSI RAWAS – Sebanyak 186 kepala desa (kades) se-Kabupaten Musi Rawas mengikuti Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This