Sidimpuanpos.com – Tarif becak motor (betor) di wilayah Sibuhuan, Kabupaten Padang Lawas, hingga saat ini masih bervariasi dan bergantung pada jarak tempuh, jumlah penumpang, serta kondisi barang bawaan.
Para pengendara betor menyebutkan bahwa penetapan ongkos dilakukan secara fleksibel sesuai kesepakatan dengan penumpang. (21/1/2026)
Salah seorang pengendara betor, Daulay, warga Kampung Manggis, yang telah berprofesi sebagai pengendara becak sekitar enam bulan terakhir, mengatakan tarif becak berbeda-beda tergantung tujuan perjalanan.
Baca Juga : Jelang Ramadan, Pemprov Sumut Jamin Stabilitas Harga Pangan
la menjelaskan, ongkos dari Pasar Sibuhuan menuju Padang Luar berkisar antara Rp5.000 hingga Rp10.000, tergantung apakah penumpang merupakan orang dewasa atau anak sekolah. Sementara itu, tarif dari Galanggang menuju Pasar Sibuhuan dipatok sekitar Rp2.000.
Pengendara becak Arif, warga Padang Luar, yang yang mangkal di Simpang Empat Pasar Saham Sibuhuan mengatakan tarif betor dapat berubah terutama jika penumpang membawa barang dalam jumlah besar atau berat. la juga mengungkapkan bahwa pada masa lalu, saat BBM langka dan harganya tinggi, ongkos becak dari Galanggang ke padangluar pernah mencapai Rp25.000.
”Intinya, kalau harga BBM naik atau langka, ongkos becak juga ikut naik,” ujar Arif.
Lihat Juga : Abulyatama Indonesia Kuatkan Spiritual Penyintas Bencana di Lopian
Selain persoalan tarif, para pengendara becak juga mengeluhkan faktor cuaca sebagai kendala utama dalam bekerja. Cuaca panas maupun hujan berdampak pada jumlah penumpang yang cenderung menurun, karena masyarakat enggan keluar rumah untuk beraktivitas atau berbelanja.
Meski demikian, para pengendara becak berharap kondisi ke depan semakin membaik. Mereka berharap jumlah penumpang dapat meningkat setiap harinya serta harga BBM tetap stabil dan tidak kembali mengalami kelangkaan seperti sebelumnya.(Fazry)


