Sidimpuanpos.com – Tingginya angka pengaduan masyarakat, terutama terkait masalah administrasi dan birokrasi, menjadi tantangan besar bagi Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Untuk mengatasi hal ini, Kementerian ATR/BPN bertekad memperkuat komunikasi publik.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) dan Protokol, Harison Mocodompis, dalam Sosialisasi Manajemen Pengelolaan Pengaduan di lingkungan Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Barat, kemarin.
Baca Juga : Karang Taruna Tapsel Gelar Ajang Pencarian Boru Namora 2025
Menurut Harison, pendekatan yang paling efektif adalah memahami keinginan masyarakat dan menyederhanakan alur layanan agar mudah dimengerti.
Salah satu strateginya adalah mengemas informasi dalam bentuk kampanye layanan yang menarik dan disebarluaskan melalui media sosial, konten visual, serta sosialisasi langsung di Kantor-kantor Pertanahan (Kantah).
“Kalau sudah dapat informasi lengkap lewat konten atau dari sosialisasi kantor, masyarakat akan datang dengan dokumen yang siap, tidak bingung, tidak merasa dipersulit (birokrasi),” jelas Harison.
Ia juga menekankan bahwa komunikasi yang baik dapat membangun interaksi, hubungan baik, dan rasa saling pengertian.
Lebih lanjut, Harison menyebut ada empat pilar utama komunikasi yang perlu diperkuat, yaitu masyarakat sebagai penerima layanan, mitra strategis seperti LSM dan akademisi, koordinasi antar instansi pemerintah, serta media sebagai kanal edukasi dan kontrol publik.
“Kantor harus bisa ‘berbicara’ bahkan sebelum masyarakat bertemu petugas. Mulai dari ruang tunggu, loket, hingga suasana pelayanan. Kalau dari awal sudah terasa hangat, ramah dan jelas, kepercayaan itu langsung tumbuh,” ujarnya.
Lihat Juga : Padangsidimpuan Hadiri Pawai Budaya HUT Tapteng ke-80
Senada dengan Harison, Plh. Kepala Kanwil BPN Provinsi Jawa Barat, Andi Kadandio Alepuddin, menyatakan bahwa komunikasi dan pelayanan yang baik harus dimulai dari kepemimpinan yang memberikan teladan.
“Kalau Kepala Kantor baik, stafnya akan mengikuti. Budaya pelayanan akan terbentuk dari nilai-nilai yang dibawa pimpinan,” tutupnya. (Galeh)


