Sidimpuanpos.com – Kondisi infrastruktur di Simpang Tiga Kamcar, Kota Padangsidimpuan, kembali menuai keluhan dari para pengguna jalan.
Sebagai akses utama menuju dua kampus besar, Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS) dan Institut Pendidikan Tapanuli Selatan (IPTS), kerusakan di titik ini dinilai sangat mengganggu aktivitas akademik dan mobilitas warga.
Pantauan di lokasi pada Sabtu (28/03), terlihat beberapa titik lubang yang tidak terlalu dalam, namun cukup untuk membuat laju kendaraan tersendat.
Baca Juga : Mendagri Serahkan 120 Huntap untuk Korban Bencana di Tapsel
Di beberapa bagian lainnya, terlihat upaya penimbunan mandiri menggunakan tanah yang kini justru membuat jalanan berdebu saat panas dan licin saat hujan.
Kerusakan jalan ini disinyalir kuat akibat tingginya intensitas kendaraan bertonase besar, seperti truk pengangkut bahan bakar minyak (BBM) dan truk logistik lainnya yang rutin melintasi jalur ini setiap harinya.
Seorang warga setempat mengungkapkan bahwa perbaikan sering dilakukan, namun tidak bertahan lama.
​”Jalan ini sudah sering diperbaiki, tapi karena mobil besar lewat dan beban yang cukup besar, aspal dan tanahnya rusak lagi,” ujarnya dengan nada kecewa.
Ketidaknyamanan ini dirasakan langsung oleh ribuan mahasiswa yang setiap harinya menggantungkan hidup pada akses jalan tersebut.
Syahrial, salah seorang mahasiswa yang hendak menuju kampus UMTS, menyatakan kekhawatirannya akan keselamatan di simpang tersebut.
“Kalau kami yang pakai motor ini harus pandai-pandai menyelip di antara truk besar dan lubang. Kadang kalau jalan sudah ditimbun tanah, jadi tidak rata dan bikin motor goyang. Kami mahasiswa berharap ada solusi permanen, mungkin pengaspalan yang lebih tebal atau beton agar kuat menahan beban truk,” tuturnya.
Lihat Juga : Hari Ginjal Sedunia, Pemko Padangsidimpuan Tekankan Pentingnya Deteksi Dini
Kondisi Simpang Tiga Kamcar menjadi bukti bahwa perbaikan tambal sulam tidak lagi efektif untuk jalur yang dilalui kendaraan berat.
Masyarakat berharap Pemerintah Kota Padangsidimpuan melalui dinas terkait segera melakukan evaluasi terhadap kualitas jalan di jalur pendidikan ini, agar aktivitas ekonomi dan pendidikan di Padangsidimpuan tidak terus-menerus terhambat oleh masalah klasik jalan rusak.(Dani)


