Sidimpuanpos.com – Kondisi infrastruktur di Simpang PU, yang merupakan akses utama menuju SMA Negeri 1 Padangsidimpuan, kembali menjadi keluhan warga.
Persimpangan yang dikenal padat ini kini dipenuhi lubang-lubang yang meski tidak terlalu dalam, sangat mengganggu kelancaran lalu lintas, terutama pada jam keberangkatan dan kepulangan sekolah.
Pantauan di lokasi menunjukkan upaya penambalan mandiri menggunakan pasir dan kerikil di beberapa titik.
Baca Juga : Bupati Gus Irawan Serahkan LKPD, Optimistis Raih WTP
Namun, material tersebut justru tercerai-berai akibat beban kendaraan, menciptakan debu saat cuaca panas dan menjadi licin saat hujan turun.
Kerusakan di simpang ini dinilai cukup mengkhawatirkan karena jalur ini merupakan perlintasan utama bagi kendaraan berbobot besar, seperti truk pengangkut BBM dan truk logistik lainnya, yang berbagi ruas jalan dengan sepeda motor siswa serta mobil pribadi.
​”Jalan ini sangat sibuk. Bayangkan saja, anak-anak sekolah harus bermanuver menghindari lubang dan kerikil di antara truk-truk besar. Penambalan dengan pasir itu tidak bertahan lama, paling cuma sehari habis itu rusak lagi karena dihantam mobil berat,” ujar Darwin, salah seorang warga yang sering melintas di area Simpang PU.
Keselamatan pelajar menjadi prioritas utama yang disuarakan oleh masyarakat sekitar.
Kondisi jalan yang tidak rata membuat risiko kecelakaan meningkat, terutama bagi pengendara roda dua yang sering kali tergelincir akibat kerikil lepas.
Iqbal, salah seorang siswa SMAN 1 Padangsidimpuan, mengungkapkan kekhawatirannya setiap kali melintasi simpang tersebut.
Lihat Juga : ‎Danau Gayambang, Wisata Alam Tersembunyi di Padang Lawas
“Kalau lewat sini harus pelan sekali dan jaga jarak. Karena banyak lubang dan pasir, ban motor sering selip. Apalagi kalau pas ada truk tangki lewat, kita jadi was-was karena jalanan sempit dan rusak,” tuturnya.
Mengingat posisi strategisnya sebagai gerbang menuju salah satu sekolah unggulan dan jalur logistik penting, masyarakat mendesak Pemerintah Kota Padangsidimpuan untuk segera melakukan perbaikan permanen.
Kelancaran di Simpang PU bukan hanya soal kenyamanan berkendara, tetapi juga menyangkut keselamatan ratusan pelajar dan efisiensi distribusi logistik di Kota Padangsidimpuan.(Dani)


