Sidimpuanpos.com – Tim gabungan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Mandailing Natal, AKBP Bagus Priandy, berhasil mengungkap dan memusnahkan ladang ganja seluas kurang lebih 3 hektar di kawasan Gunung Tor Sihite, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara (30/5/2026).
Operasi tersebut diawali dengan perjalanan dari Desa Rao-Rao Dolok, Kecamatan Tambangan. Tim gabungan harus menempuh perjalanan sekitar tujuh jam melewati medan hutan yang cukup berat dan menantang untuk mencapai lokasi yang diduga menjadi tempat penanaman ganja.
Setibanya di lokasi, petugas menemukan ladang ganja yang siap panen dengan luas sekitar 3 hektar. Jumlah tanaman ganja yang ditemukan diperkirakan mencapai 3.000 batang.
Baca Juga : Abulyatama Padangsidimpuan Salurkan Qurban Kepada Anak Yatim dan Penyintas Bencana di Tapsel
Pengungkapan ladang ganja tersebut merupakan tindak lanjut dari informasi dan laporan masyarakat mengenai keberadaan kebun ganja di kawasan Gunung Tor Sihite. Setelah ditemukan, seluruh tanaman ganja di lokasi langsung dimusnahkan oleh tim gabungan.
Dalam keterangannya, Kapolres Mandailing Natal AKBP Bagus Priandy menegaskan bahwa pengungkapan dan pemusnahan ladang ganja tersebut menjadi bukti keseriusan Polres Mandailing Natal dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika di wilayah hukumnya.
”Ini merupakan salah satu bukti nyata keseriusan Polres Mandailing Natal dalam memberantas narkoba. Kami akan terus memerangi segala bentuk peredaran narkotika yang dapat merusak generasi bangsa, khususnya di wilayah Kabupaten Mandailing Natal,” tegas Kapolres.
Operasi Antik Toba 2026 ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kabag Ops, Kabag Ren, Kasat Reskrim, Kasat Narkoba, Kasat Samapta, Kasat Intel, Kasat Lantas, personel Polres Madina, perwakilan TNBG, mahasiswa, tenaga medis, serta insan pers.
Keberhasilan pengungkapan ladang ganja tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat yang menilai upaya pemberantasan narkoba harus terus ditingkatkan demi menyelamatkan generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkotika.
Alaidin (34), warga Mandailing Natal, mengapresiasi kerja keras aparat kepolisian yang mampu menemukan ladang ganja di lokasi terpencil dengan medan yang sangat berat.
Lihat Juga : Pasca Idul Adha, Harga Tomat dan Cabai di Padangsidimpuan Masih Enggan Turun
”Kita mesti mengapresiasi kinerja polisi yang bisa menemukan lahan ganja di pedalaman hutan dengan menempuh perjalanan tujuh jam melalui medan yang sangat ekstrem. Namun agak aneh tapi nyata, peredaran narkoba di desa, kecamatan bahkan kota masih merajalela padahal lokasinya dekat dan aksesnya mudah. Ini menjadi pertanyaan bagi masyarakat kenapa masih sulit terdeteksi,”
Sementara itu, Syahrul (29) berharap operasi serupa terus dilakukan secara berkelanjutan agar jaringan peredaran narkoba dapat diputus hingga ke akar-akarnya.
Kami mendukung penuh langkah kepolisian memberantas narkoba. Jangan hanya ladang ganjanya yang dimusnahkan, tetapi pelaku dan jaringan yang terlibat juga harus ditindak tegas agar tidak terulang kembali,” katanya.(fazry)


