sidimpuanpos.com – Suasana tenang di pagi hari akhir pekan mendadak berubah menjadi kepanikan bagi warga Jalan Ranjainai Siregar, Lingkungan 3, Kelurahan Batunadua Julu, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara.
Musibah kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat tersebut pada Minggu pagi (07/06/2026).
Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan bahwa kobaran api mulai terlihat dan membesar sekitar pukul 06.00 WIB.
Api dengan cepat merembet dan melahap bangunan, yang mengakibatkan sedikitnya dua unit rumah warga mengalami kerusakan parah akibat amukan jago merah.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab utama munculnya titik api. Pihak berwenang bersama tim pemadam kebakaran masih melakukan penyelidikan lebih lanjut di lokasi kejadian.
Baca Juga : Darul ‘Adalah Latong Lepas 16 Santri Khataman, Dua Lulusan Lolos Jalur Undangan PTN
Beruntung, meski kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, dipastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini.
Penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri sesaat setelah api mulai berkobar.
Aksi tanggap darurat dan saling bantu langsung ditunjukkan oleh warga sekitar saat melihat kepulan asap hitam.
Namun, musibah ini juga memicu berbagai tanggapan dan kekhawatiran dari masyarakat setempat.
Lihat Juga : ‎BPS Padang Lawas Gelar Pelatihan Calon Petugas Pendataan Sensus Ekonomi 2026
Rahmat (42), warga sekitar lokasi:
“Kejadiannya cepat sekali, pas selesai salat Subuh dan bersiap-siap mau aktivitas pagi, tiba-tiba ada teriakan kebakaran. Kami langsung keluar rumah dan mencoba membantu menyiram air seadanya sebelum mobil pemadam datang. Beruntung semua penghuninya cepat keluar rumah, jadi alhamdulillah tidak ada korban.”
Siti (38), tetangga korban:
“Kami sangat syok melihat api sebesar itu di pagi hari. Kejadian ini membuat kami semakin sadar dan waspada, terutama soal instalasi listrik atau penggunaan kompor di dapur. Kami berharap pihak kepolisian bisa segera mencari tahu penyebab pastinya agar tidak ada kesimpangsiuran informasi, dan semoga keluarga yang tertimpa musibah diberikan ketabahan.”(Dani)


