Selasa, Oktober 13, 2026

Bobby Tinjau Jembatan Mo’awo, Pembangunan Dimulai Tahun Ini

Must Read

Sidimpuanpos.com – Harapan masyarakat Kota Gunungsitoli untuk memiliki Jembatan Sungai Mo’awo yang lebih aman akhirnya mulai menemukan titik terang. Setelah lama menunggu, pembangunan jembatan yang menjadi jalur penghubung utama antara Kota Gunungsitoli dan Kabupaten Nias Utara dipastikan mulai dikerjakan pada tahun ini.

Kepastian itu disampaikan Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution saat meninjau langsung kondisi Jembatan Sungai Mo’awo di Jalan Yos Sudarso, Gamo, Kota Gunungsitoli, Rabu (15/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, Bobby didampingi Wali Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli, Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu, serta sejumlah pimpinan OPD terkait.

Di lokasi, Bobby melihat langsung kondisi lantai jembatan yang mengalami kerusakan cukup parah hingga memicu kemacetan dan membahayakan keselamatan para pengguna jalan. Ia juga meninjau bagian jembatan yang akan menjadi lokasi pekerjaan pembangunan tahun ini.

Baca Juga : Kapolres Baru Disambut, Pemkab Tapsel Perkuat Kemitraan dengan Polri

Tak hanya meninjau infrastruktur, Bobby memanfaatkan kesempatan itu untuk berdialog dengan masyarakat, khususnya para nelayan. Berbagai aspirasi disampaikan, mulai dari kebutuhan tempat tambat perahu, pembangunan pemecah ombak, tempat pelelangan ikan (TPI), hingga fasilitas pendukung lainnya. Namun, mayoritas warga berharap pembangunan Jembatan Sungai Mo’awo segera direalisasikan.

“Saya tahu ini kondisinya sudah memprihatinkan, makanya tahun ini segera kita kerjakan. Saya minta dukungan dari semuanya, agar ini berjalan lancar,” ujar Bobby.

Ia mengajak seluruh masyarakat ikut mengawal proses pembangunan agar dapat berjalan sesuai rencana. Menurutnya, proyek tersebut sebenarnya telah direncanakan sejak tahun lalu, namun pelaksanaannya sempat tertunda karena berbagai kendala.

“Banyak orang tidak percaya, tetapi saya sudah bertekad ingin membangun (Kepulauan) Nias. Kalau ada yang mencibir, mengejek, bagi saya tidak masalah. Karena kami hadir atas nama pemerintah, dan saya menjalankan tugas negara untuk hadir di sini. Kuncinya, jangan sampai dihalang-halangi,” katanya.

Pernyataan itu disampaikan sebagai respons atas kekhawatiran sebagian warga yang menganggap pembangunan jembatan dapat memengaruhi usaha dan mata pencaharian mereka.

Bobby menegaskan, pembangunan dilakukan untuk kepentingan masyarakat luas. Meski demikian, pemerintah akan berupaya mencari solusi bagi warga yang terdampak agar aktivitas ekonomi mereka tetap dapat berjalan selama proses pembangunan berlangsung.

“Saya tidak berpikir untuk satu orang, tetapi ini kepentingan masyarakat luas. Jika ada yang belum selesai, kita bisa carikan solusi bersama. Saya juga tidak mau ada masyarakat yang ekonominya terganggu akibat pembangunan, tetapi kita akan siapkan alternatif selama pekerjaan berlangsung,” tegasnya.

Menanggapi berbagai usulan nelayan, Bobby meminta organisasi perangkat daerah terkait segera melakukan kajian bersama pemerintah daerah dan perwakilan nelayan. Kajian tersebut meliputi rencana pembangunan tempat pelelangan ikan, dermaga perahu, pemecah ombak, hingga fasilitas pendukung lainnya agar pembangunan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Lihat Juga : JNE Tebar Manfaat, Rp200 Juta Zakat Disalurkan ke Lembaga Sosial

“Saya minta Kepala Dinas terkait membahas itu bersama nelayan dan pemerintah setempat. Kita harus mengetahui datanya terlebih dahulu agar pembangunan dilakukan berdasarkan kebutuhan yang jelas,” ujarnya.

Selain itu, Bobby juga mempertimbangkan pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kelautan dan Perikanan di Gunungsitoli. Keberadaan UPT tersebut diharapkan dapat mempermudah pelayanan administrasi kapal nelayan berukuran di atas 5 GT, termasuk pengurusan rekomendasi untuk memperoleh BBM solar bersubsidi.

Sementara itu, Kepala Desa Saewe, Martonlis Telaumbanua, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur Bobby Nasution yang berkantor di Kepulauan Nias. Ia berharap perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mampu mempercepat pembangunan infrastruktur di Nias, sekaligus mendorong kemajuan sektor pendidikan, kesehatan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Ali)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

173 Warga Simarpinggan Dapat Pengobatan Gratis, Agincourt Resources Hadirkan Tiga Dokter Spesialis

Sidimpuanpos.com, TAPANULI SELATAN – Sebanyak 173 warga Desa Simarpinggan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), mendapat pelayanan pemeriksaan dan pengobatan gratis...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This