Selasa, Oktober 13, 2026

Dorong Adopsi AI Berorientasi pada Manusia dan Produktivitas

Must Read

Sidimpuanpos.com — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa penerapan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di dunia kerja harus tetap berorientasi pada manusia serta diarahkan untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja nasional.

Hal itu disampaikan Yassierli saat menjadi pembicara dalam Indonesia Human Capital and Beyond Summit 2026 yang berlangsung di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (15/9/2026).

Menurut Yassierli, sektor yang memiliki tingkat pemanfaatan AI lebih tinggi menunjukkan pertumbuhan produktivitas yang lebih cepat dibandingkan sektor dengan pemanfaatan AI yang lebih rendah. Meski demikian, penggunaan teknologi AI tidak secara otomatis menyebabkan pengurangan tenaga kerja dalam jumlah besar.

Baca Juga: Kemnaker: UU PPRT Perjelas Hak dan Kewajiban Pekerja Rumah Tangga

Justru, perkembangan teknologi dapat membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan kebutuhan terhadap kompetensi tertentu. Karena itu, pekerja perlu menguasai keahlian sesuai bidangnya dan memiliki kemampuan dalam memanfaatkan AI untuk mendukung pekerjaan.

“Adopsi AI tidak sebatas merekrut tenaga ahli atau menjadikan AI sekadar asisten digital,” kata Yassierli.

Ia menjelaskan, keberhasilan penerapan AI juga sangat ditentukan oleh bagaimana proses kerja dibenahi. Penggunaan AI sebatas sebagai asisten operasional rata-rata dapat meningkatkan produktivitas sekitar 5 persen.

Namun, apabila alur kerja dan standar operasional prosedur (SOP) dirancang ulang, kemudian disertai peningkatan keterampilan pekerja, produktivitas tersebut berpotensi meningkat hingga 30–40 persen.

Yassierli juga menyampaikan hasil kajian Boston Consulting Group (BCG) terhadap 1.250 perusahaan. Kajian tersebut menunjukkan sebanyak 60 persen perusahaan yang menjadi pelopor penerapan AI belum merasakan manfaat bisnis yang signifikan.

Menurutnya, salah satu faktor yang menyebabkan kondisi tersebut adalah kurang tepatnya strategi dalam menerapkan teknologi AI.

“Karena itu, transformasi teknologi perlu ditempatkan sebagai bagian dari strategi penguatan daya saing sekaligus pembangunan ketenagakerjaan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Lihat Juga:HUT Ke-81 TNI Siapkan TNI Fair hingga Parade dan Defile Alutsista

Dalam penerapan AI di lingkungan kerja, Kemnaker mendorong empat prinsip utama. Pertama, AI harus dimanfaatkan untuk memperkuat kemampuan manusia, bukan hanya untuk menggantikan pekerja.

Kedua, penerapan AI dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan pekerja serta serikat pekerja atau serikat buruh.

Ketiga, setiap keputusan AI yang berkaitan dengan hak, keselamatan dan kesempatan kerja harus tetap berada dalam pengawasan manusia.

Keempat, penerapan AI harus memastikan tidak ada pekerja yang tertinggal atau no one left behind, termasuk pekerja senior. Untuk itu, peningkatan keterampilan menjadi hal yang diperlukan.

Sebagai upaya mendukung penerapan AI yang bertanggung jawab, Kemnaker menjalankan proyek percontohan produktivitas berbasis AI. Kemnaker juga menyusun panduan resmi mengenai penerapan AI di tempat kerja serta menyiapkan wadah kolaborasi antarperusahaan untuk berbagi pengetahuan dan pembelajaran. (Humas Kemnaker)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

173 Warga Simarpinggan Dapat Pengobatan Gratis, Agincourt Resources Hadirkan Tiga Dokter Spesialis

Sidimpuanpos.com, TAPANULI SELATAN – Sebanyak 173 warga Desa Simarpinggan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), mendapat pelayanan pemeriksaan dan pengobatan gratis...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This