Selasa, Oktober 13, 2026

Jalan Baru Padangsidimpuan Rusak Parah, Azhari Harahap: Masyarakat Tak Paham Status Jalan

Must Read

Sidimpuanpos.com, PADANGSIDIMPUAN– Kondisi Jalan Baru di Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, memprihatinkan. Lubang-lubang yang menyerupai kubangan kerbau terlihat di sejumlah titik, sehingga pengguna jalan harus ekstra hati-hati saat melintas. Kedalaman lubang di salah satu titik bahkan diperkirakan mencapai 20 sentimeter.

Pada Minggu (11/10/2026) siang, kerusakan jalan tersebut menjadi perhatian setelah sebuah mobil pribadi terlihat hampir tersangkut saat melewati bagian jalan yang berlubang. Kondisi ini menambah kekhawatiran pengguna jalan terhadap keselamatan saat melintas.

Keluhan juga disampaikan Azhari Harahap (45), seorang pengemudi truk yang mengaku memilih menghindari Jalan Baru dan beralih melewati jalur jalan kota.

“Makanya kita tak mau lewat situ, mendingan lewat jalur jalan kota,” keluh Azhari.

Baca Juka: HUT ke-27 Natuna, Cen Sui Lan Paparkan Anggaran Rp637,5 Miliar untuk Pembangunan Daerah

Menurutnya, kondisi jalan yang berlubang dan tidak rata menyulitkan kendaraan, terutama kendaraan besar seperti truk yang membawa muatan. Pengemudi harus memperhitungkan kedalaman lubang dan posisi kendaraan agar tidak tersangkut atau mengalami kendala selama perjalanan.

Masyarakat Tak Paham Status Jalan

Azhari menilai kondisi Jalan Baru perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah. Menurutnya, masyarakat yang setiap hari menggunakan jalan tidak selalu memahami pembagian kewenangan pengelolaan jalan, apakah menjadi tanggung jawab pemerintah kota, pemerintah provinsi, atau pemerintah pusat melalui instansi yang menangani jalan nasional.

Bagi masyarakat, jalan merupakan fasilitas umum yang digunakan untuk berbagai aktivitas, mulai dari bekerja, berdagang, mengangkut barang, hingga mengakses pelayanan kesehatan.

Karena itu, masyarakat berharap pemerintah tidak hanya menjelaskan status atau kewenangan jalan, tetapi juga memastikan adanya penanganan yang jelas terhadap kerusakan yang mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Koordinasi antarinstansi dinilai penting agar kerusakan jalan tidak berlarut-larut. Masyarakat membutuhkan kepastian mengenai instansi yang bertanggung jawab, langkah penanganan yang akan dilakukan, serta perkiraan waktu perbaikannya.

Lubang Jalan Berpotensi Membahayakan Pengendara

Lubang dengan kedalaman cukup besar dapat menjadi hambatan serius bagi pengendara, terutama mereka yang belum mengenal kondisi jalan tersebut. Jika tidak terlihat dengan jelas, lubang dapat menyebabkan benturan pada kendaraan, pengendara kehilangan kendali, atau terpaksa melakukan pengereman dan manuver mendadak.

Lihat Juga: Buka PORSADIN 2026, Letnan Dalimunthe Dorong Sinergi Majukan Pendidikan MDTA di Padangsidimpuan

Risiko semakin besar ketika jalan basah, pencahayaan kurang memadai, atau lubang tertutup genangan air sehingga kedalamannya sulit diperkirakan.

Kendaraan besar seperti truk juga membutuhkan ruang yang cukup untuk menghindari lubang. Namun, upaya tersebut tidak selalu mudah apabila kondisi jalan sempit atau terdapat kendaraan lain dari arah berlawanan.

Oleh sebab itu, kerusakan yang dinilai membahayakan perlu segera diperiksa oleh instansi terkait. Pemasangan rambu peringatan atau pengamanan sementara dapat dipertimbangkan sebelum perbaikan dilakukan sesuai tingkat kerusakan.

Pengendara yang melintas di Jalan Baru juga diimbau mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, dan tidak melakukan manuver mendadak saat menghindari lubang.

Infrastruktur Jalan di Tabagsel Perlu Perhatian

Kerusakan Jalan Baru Padangsidimpuan turut menjadi perhatian terhadap kondisi infrastruktur di kawasan Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).

Jalan yang layak sangat penting untuk menunjang mobilitas masyarakat dan distribusi barang. Kerusakan yang tidak segera ditangani dapat menambah waktu perjalanan, meningkatkan biaya operasional kendaraan, serta mengganggu aktivitas ekonomi warga.

Bagi pengemudi angkutan barang, kondisi jalan juga menjadi pertimbangan dalam memilih rute perjalanan. Sementara bagi masyarakat umum, jalan berlubang menimbulkan ketidaknyamanan dan kekhawatiran, terutama bagi mereka yang melintasi ruas tersebut setiap hari.

Karena itu, penanganan jalan perlu dilakukan berdasarkan tingkat kerusakan, risiko keselamatan, serta kebutuhan masyarakat. Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan memperkuat koordinasi dan melakukan pemeriksaan langsung untuk menentukan langkah perbaikan yang tepat.

Pemprov Sumut Belum Berhasil Dikonfirmasi

Terkait kondisi Jalan Baru di Kota Padangsidimpuan tersebut, pihak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara belum berhasil dikonfirmasi hingga berita ini disusun.

Konfirmasi diperlukan untuk memperoleh penjelasan mengenai status kewenangan jalan, kondisi kerusakan, serta kemungkinan rencana penanganan atau perbaikan.

Penjelasan resmi diharapkan dapat memberikan kepastian kepada masyarakat mengenai instansi yang bertanggung jawab terhadap pemeliharaan ruas jalan tersebut.

Baca Juga: Buka PORSADIN 2026, Letnan Dalimunthe Dorong Sinergi Majukan Pendidikan MDTA di Padangsidimpuan

Apabila jalan itu berada di bawah kewenangan instansi lain, koordinasi tetap diperlukan agar keluhan masyarakat dapat diteruskan kepada pihak yang tepat.

Hingga berita ini diterbitkan, status kewenangan dan rencana perbaikan Jalan Baru masih perlu dipastikan melalui konfirmasi kepada instansi terkait.

Masyarakat Menunggu Tindakan Nyata

Keluhan Azhari Harahap menjadi salah satu suara pengguna jalan yang berharap kondisi infrastruktur mendapat perhatian lebih serius. Masyarakat membutuhkan jalan yang aman dan nyaman tanpa harus menghadapi risiko akibat lubang yang dalam.

Pemerintah diharapkan tidak hanya menunggu laporan, tetapi juga aktif memantau dan memeriksa ruas jalan yang mengalami kerusakan. Jika ditemukan titik yang membahayakan, langkah pengamanan sementara perlu dipertimbangkan sambil menyiapkan perbaikan sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran.

Pada akhirnya, masyarakat tidak semata-mata menginginkan jalan yang mulus, tetapi juga kepastian bahwa fasilitas umum yang digunakan setiap hari mendapatkan pemeliharaan dan penanganan yang layak.

Masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan, memastikan pihak yang bertanggung jawab, dan memberikan solusi nyata agar kerusakan Jalan Baru Padangsidimpuan tidak terus mengganggu perjalanan maupun membahayakan keselamatan pengendara. (galeh)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

Pengajian Jamaah Haji Kloter 19 Padangsidimpuan Bahas Kewajiban Mengqadha Salat

Sidimpuanpos.com, PADANGSIDIMPUAN – Jamaah haji Kloter 19 Kota Padangsidimpuan tahun 2023 menggelar pengajian bulanan di Masjid Al Hidayah, Jalan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This