Sidimpuanpos.com, Padangsidimpuan – Kemajuan sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar sumber daya alam yang dimiliki, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mampu mengelola berbagai potensi dan peluang untuk masa depan.
Perspektif tersebut menjadi salah satu pijakan Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe dalam mendorong pembangunan daerah, khususnya mempertahankan Padangsidimpuan sebagai salah satu kota pelajar di Sumatera Utara.
Bagi Letnan, mempertahankan Padangsidimpuan sebagai kota pelajar bukan sekadar menjaga sebuah predikat. Lebih dari itu, pendidikan harus menjadi jalan untuk menciptakan SDM berkualitas yang pada akhirnya mampu meningkatkan martabat dan perekonomian daerah.
Menurutnya, sumber daya alam yang melimpah tanpa ditopang manusia berkualitas berpotensi tidak memberikan manfaat secara optimal. Sebaliknya, daerah dengan keterbatasan sumber daya alam tetap dapat berkembang apabila memiliki SDM yang unggul, kreatif dan mampu mengelola peluang.
Baca Juga: Sambangi Warga Huta Lombang, Bhabinkamtibmas Polsek Batunadua Perkuat Kamtibmas
Singapura menjadi salah satu contoh bagaimana investasi terhadap manusia, pendidikan, teknologi dan tata kelola dapat mendorong kemajuan sebuah negara meski tidak dikenal memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah.
Karena itu, perhatian terhadap sektor pendidikan menjadi bagian penting dalam pembangunan Padangsidimpuan. Salah satunya melalui dukungan kepada mahasiswa berupa stimulus pendidikan yang diberikan secara by name by address, sehingga bantuan dapat diarahkan kepada mahasiswa yang membutuhkan dan memenuhi ketentuan.
Di sisi lain, pembangunan kualitas pendidikan tidak hanya menyangkut bantuan kepada peserta didik. Letnan juga memberikan perhatian terhadap kualitas kepemimpinan di lingkungan sekolah, termasuk kemampuan komunikasi dan membangun budaya diskusi.
Baginya, menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat menjadi bagian penting dalam membangun institusi pendidikan.
“The right man, the right place,” menjadi prinsip yang dinilai penting agar pemimpin di lingkungan pendidikan mampu membaca perubahan, berpikir jauh ke depan serta membawa institusi pendidikan mengikuti perkembangan zaman.
Namun, Letnan menyadari pembangunan pendidikan tidak dapat dilakukan Pemerintah Kota Padangsidimpuan sendirian. Diperlukan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Letnan juga memberikan apresiasi kepada Gubernur Sumatera Utara Bobby A. Nasution atas perhatian terhadap pembangunan infrastruktur pendidikan. Menurutnya, posisi pemerintah provinsi sangat strategis karena pendidikan tingkat SLTA merupakan kewenangan pemerintah provinsi.
Karena itu, komunikasi dan sinergi antara Pemko Padangsidimpuan dengan Pemprov Sumut menjadi kebutuhan agar pembangunan pendidikan dapat berjalan searah dan saling mendukung.
Selain dengan pemerintah, Letnan juga membuka ruang kolaborasi dengan para tokoh Padangsidimpuan serta berbagai paguyuban masyarakat asal daerah tersebut yang berada di perantauan.
Lihat juga: 26 Pengendara Tanpa Helm Ditegur, Satlantas Padangsidimpuan Perkuat Penertiban di Jalan Raya
Para perantau dinilai bukan sekadar masyarakat yang meninggalkan kampung halaman, tetapi juga merupakan bagian dari modal sosial Padangsidimpuan. Mereka memiliki pengalaman, jaringan, pengetahuan dan sumber daya yang dapat dikontribusikan kembali untuk pembangunan daerah.
Dari sinilah pembangunan SDM Padangsidimpuan diharapkan dapat melibatkan banyak unsur. Pemerintah membangun ekosistemnya, sekolah mencetak manusianya, perguruan tinggi memperkuat kompetensi, dunia usaha menyediakan ruang aktualisasi, sementara alumni dan perantau dapat menjadi jembatan menuju dunia kerja serta jejaring yang lebih luas.
Obsesi Letnan, Padangsidimpuan harus tetap menjadi kota pelajar, tetapi para alumninya tidak hanya mampu mencari pekerjaan. Mereka diharapkan memiliki kompetensi yang membuat dunia kerja membutuhkan mereka.
Sebab, ukuran keberhasilan sebuah kota pendidikan bukan hanya dilihat dari jumlah sekolah, mahasiswa maupun lulusan yang dihasilkan.
Hal yang lebih penting adalah apa yang terjadi setelah mereka menyelesaikan pendidikan. Apakah mereka terserap dunia kerja, mampu menciptakan lapangan pekerjaan, serta dapat memberikan manfaat bagi daerah melalui ilmu dan kompetensi yang dimiliki.
Pada akhirnya, pendidikan bagi Padangsidimpuan merupakan investasi jangka panjang. Gedung dapat dibangun dalam hitungan tahun dan jalan dapat diperbaiki dalam hitungan bulan, tetapi membentuk manusia unggul membutuhkan proses yang panjang.
Ketika SDM unggul berhasil lahir, mereka diharapkan menjadi kekuatan yang mampu menggerakkan daerah jauh melampaui batas-batas kekayaan alam yang dimiliki.
Itulah fondasi yang ingin dibangun Letnan Dalimunthe, yakni membangun Padangsidimpuan bukan hanya melalui pembangunan kota, tetapi juga dengan membangun manusia dan karakternya. (galeh)


