Sidimpuanpos.com – Kekhawatiran menyelimuti keluarga seorang siswa SMK Negeri 1 Berastagi yang menjadi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo. Kondisinya yang sempat menurun membuat sang murid harus dirujuk dari Kabanjahe ke RSU Haji Medan untuk mendapatkan penanganan lebih intensif. Di tengah situasi tersebut, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menyempatkan diri hadir langsung menjenguk kondisi pasien, Jumat (14/8/2026).
Usai melihat langsung kondisi pasien, Bobby mengungkapkan bahwa murid tersebut memang mengalami gejala yang lebih berat dibandingkan teman-temannya yang juga menjadi korban. Itu sebabnya, ia harus dipindahkan dari Kabanjahe menuju Medan demi penanganan medis yang lebih memadai.
“Disampaikan tadi memang adik kita ini lebih, kondisinya lebih parahlah ya dibandingkan teman-teman yang lain, awalnya dirawat di Kabanjahe, namun dirujuk ke sini karena memang kondisinya pas di sana sempat mengalami penurunan kesadaran,” ujar Bobby.
Kini, pasien tengah menjalani perawatan intensif di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) di bawah pengawasan ketat tim medis. Tak hanya menjenguk, Bobby juga meluangkan waktu berbincang dengan orang tua pasien, memberikan dukungan moril, sekaligus memastikan bahwa pemerintah akan terus mendampingi proses pemulihan hingga tuntas.
Baca Juga : MagangHub Antarkan Peserta Magang Jadi Karyawan Tetap
“Di sini pokoknya kami usahakan, kami tadi janji sampai pulih, minta orang tua tadi kalau bisa benar-benar dipulihkan total. Tadi estimasi dari dokternya mungkin 2 sampai dengan 3 hari lagi estimasi dari dokternya,” katanya.
Sementara itu, Direktur RSU Haji Medan, Yulinda Elvi Nasution, menjelaskan bahwa pasien datang dengan keluhan nyeri hebat pada bagian perut yang muncul berulang kali. Rasa sakit itu bahkan sempat begitu intens hingga memerlukan penanganan obat pereda nyeri dari dokter.
“Merasa kesakitan dari perutnya itu, sebelum begitu lah, rasa nyeri, nyeri, nyeri sekali. Terus ditambah analgesiknya dari dokter, ya, disuntikkan baru dia tenang, nah, setengah jam sekali begitulah dia, kolik, nyeri yang terlalu hebat,” jelas Yulinda.
Ia menambahkan, pasien tiba di RSU Haji Medan sekitar pukul 13.30 WIB dan hingga saat ini masih dalam pemantauan intensif tim medis. Pemeriksaan laboratorium lanjutan pun akan segera dilakukan untuk memastikan perkembangan kondisi kesehatan pasien.
“Kita masih mau periksa labnya lagi lebih lanjut, kan baru diperiksa dari sana, mungkin besok kita ada hasil lab yang baru,” pungkasnya.(Ali)
Sumber : Diskominfosumut


