Sidimpuanpos.com, Medan – Sebanyak 719 wisudawan Institut Kesehatan Helvetia (IKH) mengikuti prosesi wisuda yang digelar di Regale Convention Medan, Rabu (30/9/2026).
Para wisudawan tersebut berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Magister, Sarjana, Diploma IV dan jenjang pendidikan lainnya di bidang kesehatan. Mereka di antaranya berasal dari Fakultas Kesehatan Masyarakat serta Fakultas Farmasi dan Kesehatan.
Wisuda berlangsung dalam suasana penuh sukacita dan turut dimeriahkan penampilan grup musik Lebah Begantong yang menghibur para wisudawan bersama keluarga.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor IKH Assoc. Prof. Dr. H. Ismail Efendy, M.Si., tidak hanya menyampaikan ucapan selamat kepada para lulusan, tetapi juga memberikan pesan terkait tantangan yang akan mereka hadapi setelah menyelesaikan pendidikan.
Ismail mengatakan, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini membawa perubahan besar terhadap dunia kesehatan. Meski demikian, kemajuan teknologi tersebut tidak boleh menghilangkan nilai kemanusiaan dalam pelayanan kesehatan.
“Teknologi boleh semakin canggih, tetapi manusia tidak boleh kehilangan kemanusiaannya,” kata Ismail dalam pidato wisuda.
Menurutnya, tenaga kesehatan tidak cukup hanya memiliki kemampuan dalam membaca data maupun memberikan terapi kepada pasien. Mereka juga harus mampu memahami kondisi dan kegelisahan pasien serta memberikan harapan.
“Tidak cukup hanya mampu memberikan terapi, tetapi juga harus mampu memberikan harapan,” ujarnya.
Lima Pesan untuk Para Wisudawan
Dalam pidatonya, Ismail juga menyampaikan lima pesan yang diharapkan dapat menjadi pegangan bagi 719 lulusan IKH dalam menjalankan profesinya.
Pertama, para lulusan diminta untuk menjaga integritas. Dalam dunia kesehatan, kata Ismail, kejujuran dan tanggung jawab memiliki hubungan erat dengan keselamatan manusia.
Kedua, lulusan diingatkan agar tidak berhenti belajar. Ijazah yang diterima saat wisuda bukanlah akhir dari proses pendidikan, melainkan awal untuk terus mengembangkan pengetahuan dan kemampuan.
Pesan ketiga adalah menggunakan teknologi secara bijaksana. AI dan teknologi digital, menurutnya, dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pelayanan kesehatan, meningkatkan akurasi, memperluas akses serta membantu pekerjaan manusia tanpa menghilangkan nilai kemanusiaan.
Keempat, Ismail berharap para lulusan dapat hadir memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat, termasuk mereka yang berada di daerah terpencil, wilayah kepulauan, kawasan miskin maupun kelompok masyarakat yang masih kurang mendapatkan pelayanan kesehatan.
Sedangkan pesan kelima, para lulusan diminta menjaga nama baik almamater.
“Berprestasilah, tetapi tetap rendah hati. Milikilah kompetensi, tetapi jangan kehilangan akhlak. Jadilah profesional yang cerdas sekaligus manusia yang peduli,” pesannya.
Dukungan Yayasan dan Fasilitas Pendidikan
Ismail turut menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Helvetia yang selama ini memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan pendidikan di IKH.
Dukungan tersebut di antaranya diwujudkan melalui penyediaan fasilitas pembelajaran dan laboratorium yang berada di Kampus Sumarsono dan Kampus Teladan, Jalan Gedung Arca, Medan.
Selain fasilitas pendidikan, mahasiswa juga mendapatkan dukungan pembelajaran melalui jaringan rumah sakit yang dapat menjadi tempat untuk memperoleh pengalaman langsung di lapangan sekaligus menjadi ruang pengabdian setelah menyelesaikan pendidikan.
“Seluruh rumah sakit modern tersebut dapat menjadi sarana belajar langsung bagi mahasiswa, serta menjadi peluang bagi para lulusan Institut Kesehatan Helvetia untuk mengabdi di dunia kesehatan,” kata Ismail.
Lihat Juga: 626 Peserta dari 25 Kecamatan Ikuti Festival Seni Qasidah Kabupaten Asahan 2026
Prosesi wisuda turut dihadiri Pembina Yayasan Helvetia Dr. dr. Razia Begum Suroyo, M.Kes., Kepala LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara Prof. Drs. Saiful Anwar Matondang, M.A., Ph.D., Ketua APTISI Sumatera Utara Dr. H. Muhammad Isa Indrawan, SE., MM, serta Ketua ABP-PTSI Sumatera Utara sekaligus Ketua BPH IKH Dr. H. Bahdin Nur Tanjung.
Hadir pula Ketua Senat dan anggota Senat IKH, jajaran pimpinan institut, ketua program studi, dosen, tenaga kependidikan, serta para orang tua dan keluarga wisudawan.
Dari Gelar Akademik Menuju Pengabdian
Pada kesempatan itu, Rektor IKH juga memberikan penghargaan kepada para orang tua dan keluarga wisudawan. Ia menyebut keberhasilan para lulusan tidak terlepas dari doa, pengorbanan, waktu dan kesabaran keluarga selama menempuh pendidikan.
Karena itu, Ismail mengingatkan agar para lulusan tidak berhenti pada pencapaian gelar akademik, tetapi menjadikan ilmu dan profesi sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.
“Jadikan ilmu sebagai cahaya. Jadikan profesi sebagai pengabdian. Jadikan keberhasilan sebagai kesempatan untuk memberi manfaat,” pesannya.
Rangkaian wisuda kemudian berlangsung meriah dengan hiburan dari Lebah Begantong. Bagi IKH, momentum wisuda 719 lulusan tersebut menjadi bagian dari perjalanan akademik sekaligus awal bagi para lulusan untuk menerapkan ilmu dan kompetensinya di tengah masyarakat.
Di tengah perkembangan teknologi kesehatan yang semakin pesat, para lulusan juga diingatkan untuk tetap menjaga integritas, empati dan nilai kemanusiaan dalam menjalankan profesinya. (Ali)


