Sidimpuanpos.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan (Tapsel) terus memperkuat komitmen memperluas akses keuangan dan meningkatkan literasi masyarakat terhadap produk keuangan modern.
Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Business Matching Produk Pasar Modal dan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025, yang dibuka oleh Bupati H. Gus Irawan Pasaribu di Aula Sarasi, Kantor Bupati Tapsel, Sipirok, Selasa (7/10/2025).
Dengan tema “Inklusi Keuangan untuk Semua, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, acara ini dihadiri jajaran Forkopimda, OJK, BEI, perbankan, perguruan tinggi, dan pelaku usaha.
Baca Juga : SMSI Dorong Etika dan Profesionalisme Media Siber di Era Digital
Bupati Gus Irawan menegaskan pentingnya literasi dan inklusi keuangan sebagai kunci membuka peluang ekonomi.
“Melalui edukasi dan inklusi keuangan, masyarakat dapat lebih mudah mengakses layanan keuangan, memanfaatkan pasar modal dan mengembangkan usaha. Ini akan memperkuat perekonomian daerah, terutama bagi petani dan pelaku UMKM,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan OJK, BEI, dan lembaga jasa keuangan yang aktif mendorong peningkatan literasi keuangan di Tapsel.
“Kita ingin inklusi keuangan menjadi gaya hidup masyarakat Tapsel yang cerdas mengelola keuangan, berinvestasi, dan berwirausaha dengan bijak,” tambahnya.
Deputi Direktur OJK, Yovvi Sukandar, menyebut tingkat literasi dan inklusi keuangan nasional terus meningkat, dengan 80,51 persen masyarakat sudah menggunakan produk keuangan.
Ia juga memuji Tapsel sebagai salah satu daerah dengan indeks inklusi tertinggi di Sumut.
Lihat Juga : Ipunk Siap Pertaruhkan Segalanya Jaga Marwah Olahraga Sumut
Dari sisi digitalisasi, Manager BI Wilayah Sibolga, Rusli Gustanto, melaporkan transaksi QRIS di Tapsel naik 18 persen menjadi 711 ribu transaksi, dengan nilai mencapai Rp10,8 miliar.
Sebagai dukungan konkret, sejumlah bank menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku UMKM dengan total pembiayaan mencapai ratusan juta rupiah. (Adi)


