Rabu, Oktober 14, 2026

Menteri ATR/BPN: Layanan Pertanahan Harus Bertransformasi

Must Read

Sidimpuanpos.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan pentingnya transformasi layanan pertanahan agar lebih adaptif terhadap karakter masyarakat masa kini, terutama generasi muda yang menuntut kecepatan, transparansi, dan integritas.

Pernyataan tersebut disampaikan Nusron saat memberikan arahan kepada jajaran Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Jawa Tengah dan Kantor Pertanahan (Kantah) se-Karesidenan Pati di Kudus, Jawa Tengah, Kamis (7/11/2025).

Kegiatan itu dimoderatori Kepala Biro Humas dan Protokol Kementerian ATR/BPN, Shamy Ardian, dan dihadiri Kepala Kanwil BPN Jateng, Lampri, yang memaparkan laporan kinerja.

Baca Juga : ATR/BPN Kobarkan Semangat Perjuangan di Hari Pahlawan 2025

Dalam arahannya, Nusron menekankan bahwa paradigma pelayanan publik harus segera berubah mengikuti perkembangan zaman.

“Generasi muda tidak mau lagi berurusan dengan proses yang rumit atau tidak transparan. Mereka ingin semua layanan jelas, terukur, dan sesuai aturan. Kalau tidak sesuai, mereka berani bersuara di media sosial. Lima tahun mendatang, generasi itu akan menjadi mayoritas pemohon layanan pertanahan. Untuk itu, kita juga perlu bertransformasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, perubahan perilaku masyarakat harus diimbangi dengan pembaruan sistem layanan di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

“Transformasi tersebut diarahkan pada percepatan proses, kemudahan akses, dan kepastian hasil bagi masyarakat,” terangnya.

Menurut Nusron, langkah konkret dilakukan melalui penyederhanaan proses bisnis agar seluruh layanan pertanahan dapat diurus melalui sistem terpadu.

“Transformasi ini juga akan didukung oleh teknologi informasi yang kuat untuk menjamin kecepatan, efisiensi, dan keamanan data,” paparnya.

Lihat Juga : Polres Padangsidimpuan Apresiasi Personel Berprestasi di Hari Pahlawan

Selain sistem, Nusron menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci utama keberhasilan reformasi layanan publik.

“Transformasi pelayanan bukan sekadar perubahan sistem, tetapi perubahan cara berpikir. Kita layani masyarakat dengan cara yang sesuai dengan semangat zaman,” tegasnya. (Galeh)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

186 Kades di Musi Rawas Ikuti Workshop, Pengelolaan Dana Desa Ditekankan Harus Akuntabel

Sidimpuanpos.com, MUSI RAWAS – Sebanyak 186 kepala desa (kades) se-Kabupaten Musi Rawas mengikuti Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This