Sidimpuanpos.com – Antrean BBM di sejumlah SPBU Kota Padangsidimpuan, termasuk di Jl. Sudirman, kembali membludak dan tak terkendali pada Sabtu (29/11/2025).
Sejak pagi, antrean kendaraan mengular hingga memicu ketegangan di lapangan. Banyak warga yang lelah menunggu mulai kesal, terlebih karena sejumlah pengendara mencoba memotong jalur secara tidak sesuai aturan.
Kericuhan sempat terjadi di salah satu SPBU ketika beberapa pengendara menyelak antrean. Warga yang sudah menunggu berjam-jam langsung memprotes tindakan tersebut.

Antrean panjang BBM di SPBU Jl Sudirman Kota Padangsidimpuan, Sabtu (29/11/2025)
Baca Juga : 500 Paket Makanan Polres Padangsidimpuan Ringankan Warga Terdampak Bencana
“Banyak yang nyelak jalan, tidak sesuai aturan lagi, kami sudah lama nunggu, tapi orang seenaknya potong antrean,” ujar seorang pengantri.
Dodi, yang telah antre sejak pukul 06.00 WIB, mengatakan warga mulai marah karena situasi semakin kacau.
“Saya dari jam enam pagi. Antriannya panjang sekali, sekarang malah ribut karena banyak yang nyelak jalur. Minyak ketengan pun tidak ada. Kami ingin pemerintah turun memberi solusi,” tegasnya.
Febri, yang mulai mengantre pukul 09.00 WIB, menilai lokasi SPBU di jalur padat memperburuk keadaan. “Ini jalur lintas, jadi makin ramai. Orang makin panik, makin banyak yang potong antrean. Itu yang bikin warga ngamuk,” jelasnya.
Hal serupa disampaikan Ibu Ina yang telah menunggu tiga jam. Ia mengaku kewalahan dengan situasi yang semakin tidak kondusif.
“Kemarin juga antri lama, minyak habis. Hari ini tambah parah karena banyak yang nyalip antrean. Kami sudah capek, ketengan juga tidak ada,” keluhnya.
Melihat kondisi semakin panas, petugas SPBU dan kepolisian turun tangan menenangkan warga serta menata ulang antrean. Mereka menertibkan pengendara yang mencoba masuk lewat jalur pintas dan mengimbau warga tetap tenang.
Lihat Juga : Banjir Rendam USU, Wisudawan Terpaksa Jalan Kaki
Pihak SPBU menjelaskan bahwa antrean panjang terjadi akibat pasokan BBM yang tidak stabil. “Kami kewalahan juga. Stok cepat habis, pengiriman tidak sesuai jadwal, Kami dibantu polisi dan satpam untuk menertibkan jalur,” kata petugas.
Hingga laporan ini dibuat, antrean masih mencapai sekitar 1 kilometer di beberapa titik, sementara petugas tetap berjaga untuk mencegah kericuhan lanjutan. Warga berharap pasokan BBM segera kembali normal. (Samsul)


