Sidimpuanpos.com – Di tengah Kabupaten Padang Lawas, berdiri megah Masjid Agung Al Munawaroh yang kini tak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga ruang berkumpul masyarakat. Masjid yang mulai dibangun sekitar tahun 2015–2016 ini perlahan tumbuh menjadi salah satu ikon religi kebanggaan daerah.
Masjid Agung Al Munawaroh dibangun di atas tanah milik Ali Suman Siregar yang dengan tulus menghibahkannya kepada Pemerintah Kabupaten Padang Lawas untuk kepentingan umat. Pembangunannya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Padang Lawas dengan total anggaran mencapai Rp53 miliar, dan rampung dalam kurun waktu sekitar tiga tahun hingga tahun 2019.
Keistimewaan masjid ini tak hanya terletak pada kemegahan bangunannya, tetapi juga pada sentuhan karya putra daerah. Arsitek Masjid Agung Al Munawaroh adalah Aldinz Rapolo Siregar, lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB), yang merancang masjid ini dengan perpaduan estetika modern dan nilai-nilai religius.
Baca Juga : Jembatan Penghubung Desa Sabarimba Rusak, Warga Terancam Keselamatan
Seiring waktu, Masjid Agung Al Munawaroh berkembang menjadi destinasi wisata religi. Ahmad, salah seorang pengunjung, mengungkapkan bahwa masjid ini kerap menjadi tempat favorit masyarakat untuk beribadah sekaligus berkumpul bersama keluarga.
“Selain beribadah, kami sering bermain di pelataran masjid dan berfoto-foto. Apalagi di hari-hari tertentu, masjid ini ramai dikunjungi masyarakat yang datang bersama keluarganya,” ujarnya.
Ahmad berharap, antusiasme masyarakat yang berkunjung tetap diiringi dengan kesadaran menjaga kesucian masjid. Menurutnya, kebersihan dan perilaku yang baik harus tetap dijaga agar fungsi utama masjid sebagai tempat ibadah tidak tergeser.
Lihat Juga : Pasar Baru Banjar Raja Sibuhuan Sepi, Warga Desak Evaluasi
“Kalau sudah masuk waktu salat, ya salat. Jangan hanya datang untuk bermain saja,” pesannya.
Kini, Masjid Agung Al Munawaroh bukan sekadar bangunan megah, tetapi telah menjadi ruang kebersamaan, refleksi spiritual, dan simbol gotong royong masyarakat Padang Lawas dalam membangun peradaban yang religius dan berbudaya.(Fazry)


