Sidimpuanpos.com – Bangunan pasar baru di Banjar Raja, Sibuhuan, Kabupaten Padang Lawas, hingga kini terlihat belum dimanfaatkan secara optimal dan terkesan terbengkalai.
Kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat terkait keberlanjutan dan pemanfaatan fasilitas yang dibangun untuk menunjang perekonomian daerah.
Pantauan di lokasi menunjukkan (28/01/2026), sebagian besar kios dan los pasar tampak kosong dan tertutup. Aktivitas jual beli hampir tidak terlihat, sementara bangunan pasar mulai menunjukkan tanda-tanda kurang terawat. Area sekitar pasar juga tampak sepi, berbeda dengan harapan awal saat pasar tersebut dibangun sebagai pusat aktivitas ekonomi baru.
Baca Juga : Kemhan RI Gelar Retret Bela Negara, Diikuti Tiga Wartawan PWI Sumut
Sejumlah warga menilai, pasar baru Banjar Raja belum diminati pedagang karena lokasinya dinilai kurang strategis dan jauh dari pusat keramaian. Akibatnya, banyak pedagang memilih tetap berjualan di pasar lama yang dinilai lebih ramai dan mudah dijangkau pembeli.
Selain itu, kurangnya fasilitas pendukung dan minimnya aktivitas promosi turut disebut sebagai faktor yang menyebabkan pasar baru tersebut belum berfungsi maksimal.
Saleh (25) warga banjar raja berharap pemerintah daerah dapat melakukan evaluasi dan penataan ulang agar bangunan pasar yang telah dibangun tidak terus dibiarkan terbengkalai.
Lihat Juga : Pemprov Sumut Raih UHC Award Kategori Pratama
”Keberadaan pasar baru sejatinya diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan menata aktivitas perdagangan agar lebih tertib. Namun tanpa pengelolaan dan strategi pemanfaatan yang jelas, pasar tersebut dikhawatirkan hanya akan menjadi bangunan kosong tanpa fungsi. Ujar Saleh”
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret, baik melalui revitalisasi, penataan pedagang, maupun kebijakan pendukung lainnya, agar pasar baru Banjar Raja Sibuhuan dapat kembali dihidupkan dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian Kabupaten Padang Lawas.(Fazry)


