Selasa, Oktober 13, 2026

Pemkab Palas Percepat Perbaikan Tanggul Pulo Payung yang Jebol, Excavator Dikerahkan

Must Read

Sidimpuanpos.com, PADANG LAWAS – Pemerintah Kabupaten Padang Lawas melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus mempercepat upaya perbaikan tanggul bendungan Pulo Payung di Desa Siadam, Kecamatan Batang Lubu Sutam, yang mengalami kerusakan.

Tim Reaksi Cepat BPBD Palas telah menempatkan satu unit alat berat excavator di lokasi untuk membantu proses penanganan tanggul yang rusak sepanjang kurang lebih 42 meter tersebut.

Plt Kepala BPBD Kabupaten Padang Lawas, Adi Sandra Siregar, didampingi Kasubbid Tanggap Darurat Hanafi Lubis, Kamis (24/9/2026), mengatakan kondisi cuaca menjadi salah satu kendala dalam proses percepatan pemulihan tanggul.

Meski hujan masih kerap turun di sekitar lokasi, pekerjaan tetap diupayakan berjalan. BPBD bersama pihak terkait terus melakukan penanganan agar kondisi tanggul dapat segera dipulihkan.

Baca Juga: PMI Padangsidimpuan Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kantin, 10 Rumah Ludes Terbakar

Kerusakan tanggul tanah Daerah Irigasi (DI) Pulo Payung terjadi setelah debit air meningkat pada 11 September 2026 sekitar pukul 23.00 WIB. Saat kejadian, pekerjaan tanggul tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan.

Atas kerusakan itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bersama pengguna anggaran BPBD kemudian menyurati pihak kontraktor CV Naga Star untuk melakukan perbaikan. Pihak kontraktor menyatakan bersedia dan sanggup memperbaiki bagian pekerjaan yang mengalami kerusakan.

“Adanya kendala cuaca yang sering hujan di lokasi pekerjaan mengakibatkan pekerjaan menjadi kendala. Tapi mulai hari ini bisa dilakukan pekerjaan dan diharapkan pekerjaan tersebut selesai secepatnya kalau cuaca mendukung,” ujar Adi.

Dalam proses pemulihan, BPBD bersama kontraktor sepakat menggunakan tanah liat sebagai material untuk memperkuat kembali tanggul. Ratusan kubik tanah liat didatangkan dan kemudian didistribusikan ke lokasi Bendungan Pulo Payung.

Rencananya, material tanah liat tersebut akan ditimbun dengan ketinggian lebih dari 3 meter dan lebar sekitar 6 meter. Pada bagian dalam tanggul juga akan dibangun bronjong berbentuk tangga bertingkat.

Selain itu, di antara susunan bronjong akan dipasang geobag secara bertingkat. Lapisan tanah liat kemudian ditempatkan sebagai bagian dari konstruksi tanggul. Pada bagian belakang tanggul tanah liat, geobag juga akan kembali disusun dengan posisi menurun untuk membantu menahan konstruksi.

“Dan di antara bronjong ini akan dibuat geobag bertingkat, ditumpuk. Baru nanti tanggul lapisan tanah liat tadi. Terus di belakang tanggul tanah liat ini juga masih akan dibuat tumpukan geobag dengan posisi menurun, agar dapat menahan,” jelas Adi didampingi Hanafi.

Adi menjelaskan, proses pemulihan diperkirakan membutuhkan waktu karena sejumlah material masih dalam tahap penyediaan.

Tanah liat yang dibutuhkan harus diangkut dari lokasi pengambilan menuju tanggul, sementara geobag juga masih dipersiapkan. Meski demikian, BPBD memastikan proses perbaikan terus menjadi fokus utama.

“Tanahnya kan butuh pengangkutan dari tempat pengambilan ke lokasi tanggul. Lalu geobag juga sedang dipersiapkan. Tentu masih butuh waktu. Namun yang jelas kita terus bekerja, fokus ke situ,” tandas Adi dan Hanafi.

Lihat Juga: Bupati Asahan Buka Gathering Kredit Pra Pensiun Bank Sumut Kisaran, ASN Diminta Siapkan Masa Pensiun Sejak Dini

Sementara itu, Kepala Desa Siadam, Ali Lubis alias Atang, mengatakan kerusakan tanggul tersebut menjadi beban tersendiri bagi masyarakat desa. Selain berpengaruh terhadap pengairan sawah, dampak kerusakan juga dirasakan warga yang menggantungkan penghasilan dari usaha di sekitar sungai.

Salah seorang warga, Safarudin Nasution, bahkan kehilangan kebun sawit dan warung miliknya yang berada di pinggir sungai karena hanyut saat kejadian.

Sejak musibah tersebut, Safarudin kehilangan sumber pendapatan dari usaha yang selama ini dijalankannya.

Atang menyebutkan, kondisi sawah masyarakat relatif masih aman karena dalam sekitar dua minggu ke depan tanaman padi diperkirakan memasuki masa panen sehingga kebutuhan terhadap aliran air tidak terlalu besar.

“Syukurnya, sawah masyarakat dalam dua minggu ke depan sudah mau panen, jadi tidak begitu memerlukan aliran air. Hanya saja warga yang terdampak, kami harapkan adanya tali asih guna meringankan beban, salah satunya Safaruddin itu,” harap Atang.

Pemerintah Desa Siadam, lanjutnya, tetap mendukung proses pemulihan tanggul. Kesiapan pemerintah desa juga dikerahkan untuk membantu mempercepat penanganan agar kondisi bendungan dan pengairan dapat kembali normal.

“Kita selalu siap membantu dan mendukung, yang jelas bagaimana supaya itu secepatnya normal,” pungkasnya. (Galeh)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

Pengajian Jamaah Haji Kloter 19 Padangsidimpuan Bahas Kewajiban Mengqadha Salat

Sidimpuanpos.com, PADANGSIDIMPUAN – Jamaah haji Kloter 19 Kota Padangsidimpuan tahun 2023 menggelar pengajian bulanan di Masjid Al Hidayah, Jalan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This