Rabu, Oktober 14, 2026

Ustadz Rafiq Ingatkan Keberkahan Sedekah di Bulan Ramadan

Must Read

Sidimpuanpos.com – Minggu Siang (01/03/2026), Masjid Raya Al-Abror Kota Padangsidimpuan tak hanya dipenuhi jamaah yang menunaikan salat Dzuhur. Ada suasana berbeda yang terasa—hening, khidmat, sekaligus menghangatkan hati.

Ratusan jamaah duduk bersila, menyimak tausiyah Ba’da Dzuhur yang disampaikan Ustadz Dr. Muhammad Rafiq, S.Ag., M.A. Dengan suara tenang namun penuh penekanan, akademisi yang dikenal kharismatik itu mengangkat tema “Keutamaan Sedekah”, sebuah pesan yang terasa begitu dekat dengan denyut Ramadan.

Di hadapan jamaah, ia mengingatkan bahwa sedekah bukan sekadar memberi harta, melainkan bentuk syukur dan cara membersihkan jiwa.

Baca Juga : Infrastruktur dan Pendidikan Jadi Fokus Peninjauan Gubernur di Sidimpuan

“Sedekah itu laksana air yang memadamkan api. Ia mampu menghapuskan dosa-dosa kita dan menjadi naungan yang sejuk di hari kiamat kelak. Di bulan Ramadan, Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, melebihi angin yang berhembus. Maka, jangan biarkan Ramadan berlalu tanpa jejak kebaikan tangan kita,” tuturnya.

Kalimat itu meluncur lembut, namun terasa menghunjam. Beberapa jamaah tampak mengangguk pelan. Ada yang menunduk, seolah sedang berdialog dengan hatinya sendiri.

Ustadz Rafiq juga menegaskan bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta. Sebaliknya, ia menjadi pintu keberkahan dan mendatangkan rezeki dari arah yang tak disangka-sangka.

Bagi Herianto (52), seorang pedagang lokal yang hadir siang itu, ceramah tersebut seperti tamparan halus yang menyadarkan.

“Sangat menyentuh. Kadang kita takut harta berkurang kalau banyak memberi, tapi tadi Ustadz Rafiq menjelaskan dengan sangat logis dan berdasar dalil kalau sedekah justru membuka pintu rezeki. Saya jadi lebih termotivasi untuk menyisihkan keuntungan dagang saya buat yatim piatu,” ujarnya dengan mata berbinar.

Di sudut lain, Ibu Nurmala (29), yang singgah untuk salat Dzuhur sebelum kembali ke rumah, mengaku mendapatkan perspektif baru.

Lihat Juga : Infrastruktur dan Pendidikan Jadi Fokus Peninjauan Gubernur di Sidimpuan

“Tadi dibilang kalau sedekah itu nggak harus besar, yang penting ikhlas dan rutin. Itu membuat saya sadar kalau kita semua punya kesempatan yang sama untuk dapat pahala besar di bulan puasa ini,” tuturnya pelan.

Kajian ditutup dengan doa bersama. Suasana masjid terasa syahdu ketika ratusan tangan terangkat memohon kelapangan hati dan kekuatan untuk berbagi. Setelahnya, jamaah bersalam-salaman sebelum kembali ke aktivitas masing-masing—mungkin dengan tekad baru untuk meninggalkan jejak kebaikan di bulan suci ini.

Di Masjid Raya Al-Abror siang itu, sedekah tak lagi sekadar kata. Ia menjadi harapan yang tumbuh di dalam hati, menunggu untuk diwujudkan dalam tindakan nyata.(Dani)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

186 Kades di Musi Rawas Ikuti Workshop, Pengelolaan Dana Desa Ditekankan Harus Akuntabel

Sidimpuanpos.com, MUSI RAWAS – Sebanyak 186 kepala desa (kades) se-Kabupaten Musi Rawas mengikuti Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This