Sidimpuanpos.com – Menjelang siang yang terik di hari ke-11 Ramadhan 1447 Hijriyah, suasana Masjid Raya Al-Abror Kota Padangsidimpuan justru terasa semakin hidup. Satu per satu jamaah berdatangan, memenuhi saf-saf masjid untuk mengikuti kajian Ba’da Dzuhur yang rutin digelar sepanjang bulan suci.
Pada Rabu (11/3/2026), kajian tersebut menghadirkan penceramah Dr. H. Sufrin Efendi Lubis, Lc., M.A. Ratusan jamaah tampak khusyuk mendengarkan tausiyah yang mengangkat tema “Keutamaan 10 Hari Terakhir”—sebuah pengingat bahwa puncak Ramadhan segera tiba.
Dengan suara tenang namun penuh penekanan, Dr. Sufrin mengajak jamaah untuk tidak mengendurkan semangat ibadah ketika Ramadhan memasuki fase akhirnya. Ia menuturkan bahwa sepuluh hari terakhir merupakan inti dari bulan yang penuh berkah ini.
Baca Juga : Wali Kota Padangsidimpuan Hadiri Penyerahan Bantuan Bencana oleh Ketua MPR di Sumut
“Sepuluh hari terakhir bukan waktu untuk sibuk memikirkan persiapan belanja lebaran di pasar, melainkan waktu untuk berburu Lailatul Qadar. Di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Jika kita lalai di fase ini, kita akan kehilangan kesempatan emas yang belum tentu kita temui di tahun depan,” ujarnya di hadapan jamaah yang memenuhi ruangan masjid.
Ia juga mengingatkan teladan Rasulullah SAW yang justru semakin meningkatkan ibadah ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan. Mulai dari memperbanyak salat malam, tilawah Al-Qur’an, hingga melaksanakan i’tikaf di masjid.
Pesan itu terasa membekas bagi banyak jamaah yang hadir.
Usman (49), seorang pedagang yang sehari-hari berjualan di sekitar Masjid Raya, mengaku ceramah tersebut seperti teguran lembut bagi dirinya.
“Seringkali kalau sudah lewat sepuluh hari pertama, semangat kita agak menurun karena lelah atau sibuk dagang. Mendengar ceramah Dr. Sufrin tadi, saya seperti diingatkan lagi. Saya harus pintar bagi waktu supaya dagangan lancar, tapi ibadah di malam-malam terakhir jangan sampai lewat,” katanya.
Hal serupa dirasakan Kartika (31), seorang karyawati yang datang untuk mengikuti kajian di sela waktu istirahatnya. Baginya, penjelasan tentang peluang meraih Lailatul Qadar bagi perempuan memberi semangat baru.
“Tadi ustadz menjelaskan bahwa wanita juga punya peluang besar meraih keberkahan malam Lailatul Qadar dengan memperbanyak zikir dan doa meski di rumah. Ini sangat memotivasi saya untuk tetap maksimal ibadah walaupun punya kesibukan kerja dan mengurus anak,” tuturnya.
Lihat Juga : Pajak Buah Swadaya Banjar Kubur Belum Ditempati Pedagang
Kajian yang berlangsung hangat dan interaktif itu ditutup dengan doa bersama agar masyarakat Kota Padangsidimpuan diberikan kesehatan serta kekuatan untuk menuntaskan Ramadhan dengan penuh keberkahan.
Siang itu, jamaah perlahan meninggalkan masjid dengan langkah tenang. Namun, di wajah mereka tampak semangat baru—semangat untuk menyambut malam-malam terakhir Ramadhan yang diyakini menyimpan kemuliaan tak ternilai.(Dani)


