Sidimpuanpos.com – Sebanyak 28 tempat prostitusi (pakter) tercatat berada di wilayah Sibuhuan, Kabupaten Padang Lawas. Keberadaan tempat- tempat tersebut dilaporkan tersebar di sejumlah titik hingga merambah ke beberapa kawasan permukiman penduduk.
Berdasarkan data yang dihimpun, lokasi-lokasi tersebut antara lain berada di Simpang Batang Bulu (jalan samping Kantor NU) sebanyak 9 pakter, Jalur Dua Sibuhuan-Latong sebanyak 6 pakter, Jalan Situmorang hingga ujung jalan sebanyak 4 pakter, Sigala-gala sebanyak 2 pakter, Jalan Tanjung Baringin/Insan Robbani sebanyak 1 pakter, serta 5 tempat karaoke yang disebut berkedok room family.
Hal tersebut di Sibuhuan merupakan masalah kompleks yang disebabkan oleh lemahnya kontrol sosial, derasnya arus sekularisasi, gaya hidup yang tinggi ditambah lagi iman manusia yang mulai terkikis. Apalagi banyaknya para pekerja seks komersial tidak terlepas dari desakan ekonomi.
Baca Juga : Warga Keluhkan Jalan Rusak di Desa Aek Bargot, Harapkan Perbaikan dan Pengaspalan
Di samping itu lemahnya pengawasan dari pihak berwenang menjadi penyebab utama tempat-tempat prostitusi kian menjamur. Dampaknya memicu keresahan warga, rusaknya moral generasi muda, hingga semakin tinggi angka kriminal yang terjadi di Sibuhuan umumnya di Kabupaten Padang Lawas,” ujarnya.
Selain itu, persoalan tersebut juga menjadi perhatian karena dikaitkan dengan meningkatnya kasus HIV/AIDS di Kabupaten Padang Lawas. Berdasarkan keterangan yang disampaikan, hingga tahun 2026 jumlah kasus yang terdeteksi mencapai 620 orang.
Alex (37) mengatakan, “Kami berharap pemerintah dan pihak terkait dapat memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini karena dampaknya tidak hanya dirasakan lingkungan sekitar, tetapi juga berpengaruh terhadap generasi muda.”
Lihat Juga : Polres Padang Lawas Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026
Kondisi tersebut dinilai menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai risiko yang dapat timbul dari praktik prostitusi. Pemerintah daerah diharapkan dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam menyikapi persoalan penyakit masyarakat tersebut.
Hasibuan (38) menambahkan, “Masyarakat tentu menginginkan lingkungan yang aman dan nyaman. Kami berharap ada langkah nyata dan solusi yang tepat agar persoalan ini dapat ditangani dengan baik.(fazry)


