Sidimpuanpos.com – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (UIN Syahada) Padangsidimpuan menggelar seminar bertajuk “Menembus Batas Tradisi: Transformasi Metodologi Pengajaran Bahasa Arab di Era Artificial Intelligence (AI)”, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung secara hibrida di Aula FTIK UIN Syahada tersebut menghadirkan narasumber Ahmad Makki, S.Hum., M.Pd., serta diikuti dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab.
Dekan FTIK UIN Syahada, Dr. Hamka, M.Hum., mengatakan perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tanpa mengabaikan nilai-nilai keilmuan Islam.
Baca Juga : Lapas Asahan Bekali Warga Binaan dengan Keterampilan Bertani
Menurutnya, AI dapat membantu memperluas akses sumber belajar, mempermudah proses pembelajaran, serta menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif dan dinamis.
Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Arab, Idam Kholid Nasution, M.Pd., menambahkan bahwa inovasi metode pembelajaran menjadi kebutuhan untuk menjawab tantangan dunia pendidikan dan dunia kerja yang terus berkembang.
Sementara itu, Ahmad Makki menjelaskan pentingnya adaptasi metode pengajaran Bahasa Arab di era digital. Dalam pemaparannya, ia memperkenalkan sejumlah platform AI yang dapat mendukung proses pembelajaran, seperti Sahehly, Qalam AI, GPT, Canva, dan Suno AI.
Lihat Juga : Ketersediaan Pertalite di Dolok Masihul Dipastikan Aman
Berbagai aplikasi tersebut dinilai dapat membantu penyusunan bahan ajar, analisis tata bahasa, pengembangan media pembelajaran visual, hingga pembuatan konten audio berbahasa Arab.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Seminar ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada peserta serta penguatan jejaring akademik.
Dr. Hamka menegaskan bahwa teknologi merupakan sarana pendukung yang harus dimanfaatkan secara bijak oleh pendidik.
“Teknologi adalah alat, bukan pengganti peran pendidik. Dengan pemanfaatan yang tepat, pembelajaran Bahasa Arab dapat menjadi lebih efektif dan tetap menjaga nilai-nilai keilmuan serta keagamaan,” ujarnya.(AG)


