Sidimpuanpos.com – Harapan baru bagi pelaku usaha dan masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) kini hadir melalui Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Berkah.
Pemerintah Kabupaten Tapsel menyiapkan dana lebih dari Rp100 miliar untuk membantu pemulihan ekonomi sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pinjaman berbunga tinggi.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu saat membuka Sosialisasi dan Evaluasi Program Pembangunan serta Pemberdayaan Masyarakat di Aula Sarasi, Lantai III Kantor Bupati Tapsel, Sipirok, Selasa (7/7/2026).
Baca Juga : Tim Terpadu Tertibkan PETI di Mandailing Natal, Walantara Beri Apresiasi
Dalam arahannya, Gus Irawan mengajak para camat, lurah, kepala desa, dan penyuluh pertanian menjadi ujung tombak dalam menyampaikan informasi mengenai Program KUR Berkah kepada masyarakat agar dana yang telah disediakan dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Pemerintah telah menyiapkan lebih dari Rp100 miliar dana KUR khusus untuk Kabupaten Tapsel. Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya sebelum akhir tahun 2026 untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat,” ujar Gus Irawan.
Ia menjelaskan, KUR Berkah merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Tapsel, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dan Bank Sumut. Melalui program tersebut, masyarakat terdampak bencana memperoleh fasilitas bunga 0 persen pada tahun pertama, sehingga diharapkan dapat lebih mudah mengembangkan usaha maupun memulihkan kondisi ekonomi keluarga.
Tak hanya menjadi sumber permodalan, KUR Berkah juga diproyeksikan sebagai solusi bagi warga yang masih terbebani pinjaman dengan bunga tinggi. Karena itu, Bupati meminta para kepala desa mendata masyarakat yang memiliki pinjaman semacam itu agar dapat dialihkan ke skema pembiayaan Bank Sumut melalui Program KUR Berkah.
“Kalau masih punya pinjaman dengan bunga tinggi, kita bantu dialihkan ke KUR Bank Sumut sehingga cicilannya lebih ringan. Ini bagian dari upaya kita memerangi rentenir,” katanya.
Gus Irawan menambahkan, pemerintah daerah saat ini juga menggalakkan tiga gerakan utama, yakni perang melawan narkoba, perang melawan rentenir, dan perang melawan kemiskinan. Menurutnya, ketiga persoalan tersebut saling berkaitan sehingga membutuhkan dukungan seluruh unsur pemerintah hingga tingkat desa.
Lihat Juga : Wali Kota Padangsidimpuan Dukung Peran Mahasiswa dalam Pembangunan Daerah
Pada kesempatan itu, ia turut memaparkan pengembangan Gerakan 10.000 Hektare Jagung yang didukung pembiayaan KUR dan kemitraan dengan perusahaan pakan ternak nasional. Berdasarkan panen perdana pascabencana di Kecamatan Batangtoru, produktivitas jagung mencapai sekitar 5,5 ton per hektare dengan keuntungan bersih lebih dari Rp25 juta dalam satu musim tanam.
Meski demikian, Bupati mengingatkan agar pengembangan komoditas jagung dilakukan melalui pola rotasi tanaman dan tidak mengalihfungsikan lahan persawahan.
Di akhir kegiatan, Gus Irawan berharap seluruh camat, lurah, kepala desa, dan penyuluh pertanian dapat terus bersinergi menyukseskan berbagai program pemerintah, termasuk mengoptimalkan pemanfaatan KUR Berkah sebagai langkah mempercepat kebangkitan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tapanuli Selatan.(Galeh)


