Sidimpuanpos.com – Ruang Rapat Wali Kota Padangsidimpuan menjadi saksi sebuah pertemuan penting, Kamis (23/07/2026). Bukan rapat biasa, pertemuan ini membahas sesuatu yang menyangkut hajat hidup banyak orang—perlindungan bagi para pekerja yang setiap hari berjuang mencari nafkah, baik di sektor formal maupun yang bekerja serabutan tanpa jaminan pasti.
Rapat Optimalisasi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Kota Padangsidimpuan ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Padangsidimpuan, Dr. H. Letnan Dalimunthe, SKM, M.Kes. Turut hadir mendampingi, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padangsidimpuan Christian Natanael Pasaribu, bersama para asisten, staf ahli, dan jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menekankan betapa pentingnya sinergi antar perangkat daerah dengan BPJS Ketenagakerjaan. Menurutnya, dibutuhkan skema yang tepat sasaran agar seluruh tenaga kerja—tanpa terkecuali—bisa mendapatkan perlindungan yang layak.
Baca Juga : Kantah Padangsidimpuan Optimalkan Program MBR di Batu Layan
“Pemerintah Kota Padangsidimpuan berkomitmen penuh untuk mendorong dan meningkatkan kolaborasi ini. Kita ingin memastikan seluruh perangkat di kelurahan, baik pekerja formal maupun nonformal, terdaftar dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan. Manfaat program ini sangat besar dan harus benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat kita,” ujarnya penuh keyakinan.
Harapan itu disambut baik oleh Christian Natanael Pasaribu. Ia menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan penuh dari Pemerintah Kota Padangsidimpuan, sekaligus menegaskan bahwa memperluas jangkauan perlindungan bagi masyarakat adalah tujuan yang terus diperjuangkan pihaknya.
“Terima kasih kepada Bapak Wali Kota dan jajaran Pemda atas komitmen yang luar biasa. Tujuan utama kita di sini adalah memastikan makin banyak masyarakat dan tenaga kerja yang memiliki perlindungan jaminan sosial. Kami siap terus berkolaborasi dan bersinergi dengan seluruh dinas terkait untuk meningkatkan coverage perlindungan ini,” katanya.
Rapat pun ditutup dengan momen yang cukup menyentuh hati. Santunan diserahkan secara simbolis kepada ahli waris peserta jaminan sosial ketenagakerjaan—sebuah pengingat sederhana namun bermakna, bahwa di balik angka-angka program dan kebijakan, ada keluarga-keluarga yang benar-benar merasakan hadirnya negara di saat mereka kehilangan sosok yang selama ini menjadi tulang punggung. Kehadiran pemerintah bukan sekadar wacana, melainkan nyata dirasakan dalam bentuk kepedulian yang menyentuh langsung kehidupan warganya.(Galeh)


