Rabu, Oktober 14, 2026

Pulihkan Sawah dan Kebun, Aceh Percepat Rehabilitasi Pertanian Pascabanjir

Must Read

Sidimpuanpos.com – Harapan mulai tumbuh kembali di lahan-lahan pertanian Aceh yang sempat porak-poranda dihantam banjir besar akhir November 2025. Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatra terus mengebut pemulihan sektor pertanian, dengan realisasi keuangan Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian di Aceh yang telah mencapai Rp231,27 miliar—atau 44,9 persen dari total pagu Rp515,22 miliar—hingga 27 Juli 2026.

Dana tersebut mengalir untuk optimasi lahan terdampak, rehabilitasi sawah, pembangunan infrastruktur irigasi, hingga jalan usaha tani. Tujuannya satu: mengembalikan produktivitas lahan sekaligus memulihkan penghasilan para petani yang sempat lumpuh akibat bencana.

Skala dukungan pemerintah pusat pun tak main-main. Pemerintah Aceh menyebut Kementerian Pertanian telah mengalokasikan sekitar Rp2,5 triliun untuk memulihkan lahan pertanian dan perkebunan terdampak, sebagai tindak lanjut usulan Pemerintah Aceh bersama pemerintah kabupaten/kota yang terdampak bencana.

Baca Juga : Pemko Padangsidimpuan Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Tingkat Desa

Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyambut baik dukungan tersebut dan meminta seluruh perangkat daerah mengawal penggunaan anggaran agar tepat sasaran. “Mualem berterima kasih kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Saya harap anggaran ini dimanfaatkan secara maksimal untuk pemulihan sawah dan kebun,” ujar Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, di Banda Aceh, Senin (27/7/2026).

Puluhan Ribu Hektare Lahan Rusak

Data Pemerintah Aceh mencatat, bencana hidrometeorologi akhir 2025 merusak sekitar 57.485 hektare sawah, dengan proses optimalisasi kini telah menjangkau 40.852 hektare. Sementara lahan perkebunan yang terdampak mencapai 60.438 hektare, dan 40.418 hektare di antaranya sudah mulai ditangani.

Untuk optimasi lahan sawah rusak ringan, pemerintah menyiapkan Rp155,66 miliar dengan realisasi Rp77,72 miliar (49,93 persen). Survei, investigasi, dan desain telah rampung pada 23.778 hektare dari target 27.071 hektare di 16 kabupaten/kota, sementara konstruksi optimasi berjalan pada 3.309 hektare dan pengolahan lahan mencapai 360 hektare.

Sedangkan untuk rehabilitasi sawah rusak sedang, dari pagu Rp200,42 miliar, realisasinya mencapai Rp64,54 miliar (32 persen). Tahap perencanaan pada 4.393 hektare telah tuntas, begitu pula konstruksi rehabilitasi yang juga selesai pada luasan yang sama—hasil kerja kolaboratif pemerintah daerah, kelompok tani, perguruan tinggi, dan TNI.

Irigasi dan Jalan Usaha Tani Ikut Dibenahi

Pemulihan juga menyasar infrastruktur irigasi, dengan pembangunan 1.135 unit yang menelan pagu Rp147,48 miliar. Hingga 27 Juli 2026, realisasinya mencapai Rp85,05 miliar (57,7 persen), mencakup 641 unit irigasi perpompaan, 149 unit irigasi perpipaan, 45 bangunan konservasi, dan 300 unit jaringan irigasi tersier.

Lihat Juga : Internet Gratis Hadir di Taman Kota, Dukung UMKM dan Warga

Dari seluruh komponen tersebut, jaringan irigasi tersier mencatat realisasi tertinggi, yakni 78 persen atau Rp23,5 miliar dari pagu Rp30 miliar. Menyusul irigasi perpompaan sebesar 53,2 persen (Rp52,17 miliar), irigasi perpipaan 50 persen (Rp7,07 miliar), dan bangunan konservasi 43 persen (Rp2,30 miliar).

Tak ketinggalan, pemerintah turut menganggarkan Rp11,66 miliar untuk 106 unit jalan usaha tani di 13 kabupaten/kota—infrastruktur vital yang memudahkan petani mengangkut sarana produksi dan hasil panen. Realisasinya kini mencapai Rp3,96 miliar (34 persen), dengan 26 unit telah rampung secara fisik.

Upaya pemulihan ini bukan sekadar soal infrastruktur, melainkan menyangkut denyut nadi ekonomi masyarakat Aceh. Data Badan Pusat Statistik Aceh mencatat, sekitar 38–41 persen penduduk yang bekerja menggantungkan hidup dari sektor pertanian, sementara kontribusi sektor ini terhadap perekonomian Aceh menembus angka lebih dari 30 persen.(Satgas PRR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

186 Kades di Musi Rawas Ikuti Workshop, Pengelolaan Dana Desa Ditekankan Harus Akuntabel

Sidimpuanpos.com, MUSI RAWAS – Sebanyak 186 kepala desa (kades) se-Kabupaten Musi Rawas mengikuti Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This