Rabu, Oktober 14, 2026

AS dan China Perang Tarif Impor

Must Read

Sidimpuanpos.com – Perang tarif antara Amerika Serikat (AS) dengan China masih terus berlangsung. Sejak beberapa hari terakhir, perhatian dunia tertuju pada keputusan Presiden AS Donald Trump dalam meningkatkan tarif impor ke 160 negara.

Dilansir dari AP News, Trump menaikkan tarif impor China hingga mencapai angkar 125 persen pada Rabu (9/4/2025) waktu setempat. Kenainan tarif tersebut hanya beberapa jam setelah China menaikkan bea masuk barang-barang AS sebesar 84 persen sebagai balasan terhadap ketentuan sebelumnya.

Trump sengaja membedakan China dengan negara-negara lainnya dengan alasan kurangnya rasa hormat. 

Baca Juga : Harry Pahlevi Sidak, Pastikan Kualitas Pelayanan Maksimal

Melalui sebuah keterangan dalam unggahan media sosial, Presiden AS menghentikan “tarif timbal balik” pada banyak mitra dagang karena mereka tidak membalas dengan kenaikan tarif.

Kebanyakan negara tersebut menanggapinya dengan diskusi dan negosiasi. 

Tindakan saling balas antara AS dan China dalam perang dagang ini akan memberikan dampak lebih lanjut terhadap perekonomian negara tersebut. 

Kenaikan harga bagi konsumen di AS berpotensi menggagalkan upaya China menyegarkan ekonomi yang lesu. 

Meskipun menanggung risiko demikian, China menyampaikan isyarat bahwa mereka tidak akan tunduk pada tekanan dari AS. 

Di sisi lain, Washington menegaskan bahwa AS akan terus memberikan balasan apabila negara lain tidak tunduk. 

Selama ini, AS dan China merupakan mitra dagang penting untuk satu sama lain.

Pada 2024, AS mengirim ekspor sebesar 199 USD ke China berdasarkan data Departemen Perdagangan AS. Sedangkan China mengekspor barang dan jasa 463 USD ke AS. 

Dengan demikian, China berada di posisi ketiga eksportir terbesar AS setelah Meksiko dan Kanada. 

Ekspor utama AS ke China meliputi kacang kedelai, pesawat terbang, farmasi, dan semikonduktor pada tahun itu. Di sisi lain, AS mengimpor ponsel, komputer, mainan, dan pakaian dari China. 

Hingga tahun 2022, China menjadi sumber utama impor setelah AS kehilangan pangsa pasar dari negara-negara tetangganya akibat ketegangan di antara merek. 

Sementara AS sudah memulai dialog dengan negara-negara lain, kemungkinan perundingan dengan Tiongkok tidaklah mudah. 

Menurut mantan pejabat perdagagan AS Wendy Cutler, perundingan tidak akan menjadi jalan yang mudah untuk kedua negara karena hubungan bilateral mereka yang hampir berhenti. 

Pihak China menyebutkan bahwa jika AS perlu menerapkan kesetaraan jika mengharapkan perundingan alih-alih balasan kenaikan tarif. 

“Jika AS benar-benar ingin menyelesaikan masalah melalui dialog dan negosiasi, AS harus mengadopsi sikap kesetaraan, rasa hormat, dan saling menguntungkan,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri, Lin Jian. 

Lebih lanjut, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Tiongkok mengimbau warganya untuk mengevalusi risiko berkunjung ke AS dan agar tetap berhati-hati. 

Dengan hubungan ekonomi dan perdagangan yang memburuk dikhawatirkan akan berpengaruh pada situasi keamanan turis China di AS. 

Hingga saat ini, Trump menaikkan tarif impor China sebanyak lima kali sejak dilantik pada Januari lalu. 

Dua kenaikan tarif pertama masing-masing sebesar 10 persen, mengundang respons terukur dari China yang membuka peluang adanya perundingan.

Lihat Juga : Gerebek Sarang Narkoba, 2 Motor Polisi Dibakar OTK

Namun, Trump menambah bea masuk tambahan sebesar 34 persen terhadap China pada 2 April 2025 lalu yang disebut “Liberation Day”. Kenaikan ini pun dibalas oleh China yang menaikkan tarif 34 persen. 

Kemudian, Trump menambah tarif sebesar 50 persen dan mengklaim negosiasi dihentikan. Sehingga, tarif kumulatif AS menjadi 104 persen. 

Lebih lanjut, China membalas AS dengan menaikkan tarif dengan jumlah sama menjadi 84 persen. Terakhir, Trump menerapkan kenaikan tarif impor AS menjadi 125 persen.

Sumber : Kompas.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

186 Kades di Musi Rawas Ikuti Workshop, Pengelolaan Dana Desa Ditekankan Harus Akuntabel

Sidimpuanpos.com, MUSI RAWAS – Sebanyak 186 kepala desa (kades) se-Kabupaten Musi Rawas mengikuti Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This