Sidimpuanpos.com – Memasuki hari ketujuh, krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Padangsidimpuan belum menunjukkan tanda-tanda normal. Kelangkaan yang sudah berlangsung selama satu minggu ini memicu antrean panjang kendaraan yang mengular di hampir seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Rabu (28/1/2026), kondisi ketersediaan minyak mengalami pergeseran stok. Jika sebelumnya stok Pertamax terpantau melimpah, kini rata-rata SPBU justru hanya menyediakan Pertalite, sementara stok Pertamax justru mulai menipis atau kosong di beberapa titik.
Tiga lokasi SPBU strategis, yakni SPBU Manunggang, SPBU Stamiang, dan SPBU Kota, hari ini terpantau hanya melayani pengisian jenis Pertalite. Tidak terlihat adanya aktivitas pengisian Pertamax di ketiga lokasi tersebut karena kekosongan stok, yang menyebabkan konsentrasi antrean kendaraan roda dua dan roda empat menumpuk di jalur Pertalite.
Baca Juga : Aksi Arogan Oknum Kades Gegerkan Warga Tapanuli Selatan
Sapri, salah seorang petugas di salah satu SPBU tersebut, mengonfirmasi bahwa saat ini ketersediaan bahan bakar memang sangat terbatas.
“Untuk saat ini, yang tersedia dan baru masuk hanya Pertalite. Sebelumnya memang Pertamax yang banyak tersedia, tapi hari ini Pertamax kosong di tempat kami. Kami hanya bisa melayani apa yang ada agar masyarakat tetap bisa jalan,” ujar Sapri saat ditemui di sela kesibukannya mengatur antrean.
Kondisi ini pun menuai beragam reaksi dari masyarakat. Banyak warga mengeluh karena harus menghabiskan waktu berjam-jam demi mendapatkan beberapa liter minyak.
Lihat Juga : Bawang Merah Tembus Rp40 Ribu, Harga Cabai Masih Stabil
​”Sudah seminggu ini susah sekali cari minyak. Kita harus keliling kota, dan kalaupun ada, antreannya luar biasa panjang. Padahal kami butuh untuk kerja dan antar anak sekolah. Harapannya pemerintah segera turun tangan memperbaiki distribusi ini,” ungkap seorang warga yang sedang mengantre di SPBU Kota.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih berharap pasokan BBM, baik Pertalite maupun Pertamax, dapat kembali normal seperti sedia kala agar roda perekonomian di Kota Padangsidimpuan tidak semakin terhambat.(Dani)


