Sidimpuanpos.com – Kondisi infrastruktur di Jalan Jenderal Besar A.H. Nasution, Kota Padangsidimpuan kian memprihatinkan.
Jalur yang menjadi urat nadi transportasi logistik dan akses utama masyarakat ini dipenuhi lubang menganga yang siap mengancam keselamatan pengendara, terutama di titik strategis tepat di depan kantor Dinas Pendidikan Padangsidimpuan.
Kerusakan aspal yang cukup parah ini diduga akibat tingginya volume kendaraan bertonase besar, seperti truk ekspedisi dan bus lintas provinsi, yang setiap saat melintasi jalur tersebut. Beban kendaraan yang berat, ditambah drainase yang kurang optimal, membuat lapisan aspal mengelupas dan membentuk kubangan yang membahayakan.
Kondisi ini menjadi sorotan tajam karena kerusakan terparah berada tepat di akses menuju Dinas Pendidikan. Banyak warga yang menyayangkan mengapa jalan di area perkantoran pemerintah justru dibiarkan rusak dalam waktu yang cukup lama.
Baca Juga : Jam Pulang Sekolah Bersamaan, Lalu Lintas Jadi Tersendat
“Sangat ironis, jalannya hancur tepat di sekitatan kantor dinas. Setiap hari masyarakat melewati jalan tersebut, tapi seolah ada pembiaran. Padahal ini jalan yang sering dilewati oleh mobil-mobil besar,” ungkap Hasan (34), salah seorang warga yang sering melintas di jalur tersebut.
Keluhan senada datang dari para pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua. Selain risiko kecelakaan, polusi debu saat cuaca panas dan genangan air saat hujan menjadi “makanan” sehari-hari.
Randi (29), seorang pengendara motor, menceritakan pengalamannya saat melintas di malam hari.
“Paling ngeri kalau berpapasan dengan truk besar di titik yang berlubang ini. Kalau kita tidak jeli melihat lubang, pilihannya cuma dua: jatuh karena masuk lubang atau tersenggol truk karena menghindar ke tengah. Kami minta segera diperbaiki secara permanen, jangan hanya tambal sulam karena pasti hancur lagi dihantam mobil besar.”
Lihat Juga : 1.822 PPPK Paruh Waktu Padangsidimpuan Resmi Dilantik
Masyarakat mendesak Pemerintah Kota Padangsidimpuan maupun instansi terkait di tingkat provinsi untuk segera mengambil tindakan nyata. Mengingat Jalan Jend. Besar A.H. Nasution adalah jalur vital ekonomi, perbaikan dengan standar kualitas tinggi atau pembetonan (rigit) dinilai menjadi solusi jangka panjang agar jalan tidak terus-menerus rusak akibat beban kendaraan besar.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu langkah konkret dari pihak berwenang untuk mengembalikan kenyamanan dan keamanan di jalur lintas strategis tersebut (Dani)


