Rabu, Oktober 14, 2026

Kelangkaan BBM Meluas, Masyarakat Sumut Terdampak

Must Read

Sidimpuanpos.com – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) kembali dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Sumatera Utara. Di tengah padatnya aktivitas harian, warga harus menghabiskan waktu berjam-jam mengantre di SPBU, sementara sebagian lainnya pulang dengan tangan kosong karena stok belum tersedia.

Kondisi ini terjadi di sejumlah daerah, mulai dari Kota Medan, Deliserdang, Binjai, Langkat, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Asahan, Batu Bara, hingga Tanjung Balai. Gangguan pasokan tidak hanya memengaruhi masyarakat, tetapi juga berdampak pada operasional ratusan SPBU serta aktivitas ekonomi di berbagai wilayah.

Pemandangan tersebut terlihat di SPBU 14.201.106 Jalan AH Nasution, Medan, Jumat (10/7/2026) pagi. Papan informasi bertuliskan “Dalam Perjalanan” terpasang pada layanan Pertalite, Biosolar, Pertamax, dan Pertamina Dex, menandakan pasokan BBM belum tiba. Kondisi serupa juga dilaporkan berdampak pada arus lalu lintas di Jalur Lintas Langkat–Banda Aceh yang mengalami kemacetan panjang.

Baca Juga : UIN Syahada Gelar Seminar Moderasi Beragama, Siapkan Generasi Emas 2045

Anto, warga Medan Johor, mengaku telah mendatangi beberapa SPBU untuk mencari BBM. Namun, hampir seluruh SPBU yang dikunjunginya menyampaikan bahwa stok telah habis atau masih menunggu pengiriman.

“Efeknya sangat besar. Aktivitas masyarakat jadi terganggu karena harus mencari BBM ke berbagai tempat,” ujarnya.

Ia berharap persoalan distribusi BBM segera ditangani secara serius agar tidak terus berulang. Menurutnya, masyarakat tidak seharusnya kembali menghadapi kelangkaan untuk kebutuhan yang sangat vital.

Keluhan juga datang dari para pengusaha SPBU. Mereka mengaku mengalami kerugian karena tidak dapat melayani konsumen, sementara biaya operasional seperti gaji karyawan, listrik, dan keamanan tetap harus dibayarkan. Selain itu, banyak Delivery Order (DO) yang belum terealisasi sehingga stok di SPBU kosong selama berjam-jam, bahkan lebih lama.

Sebelumnya, Pertamina pernah menyebut faktor cuaca sebagai salah satu penyebab terganggunya distribusi BBM. Namun, para pengusaha SPBU menilai perlu adanya penjelasan resmi mengenai kondisi terkini, termasuk berbagai informasi yang berkembang di lapangan terkait armada mobil tangki, jumlah pengemudi, maupun kendala operasional lainnya, agar tidak memunculkan spekulasi di tengah masyarakat.

Lihat Juga : Pemkab Padang Lawas Bantu Pengobatan Warga Penderita Asites

Mereka mendesak Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut segera memulihkan distribusi BBM di seluruh Sumatera Utara, menyampaikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab gangguan, menjamin peristiwa serupa tidak terus berulang, serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi apabila ditemukan kelemahan dalam rantai pasok.

“BBM merupakan kebutuhan vital masyarakat. Gangguan distribusi yang terus berulang bukan hanya merugikan pengusaha SPBU, tetapi juga menghambat aktivitas ekonomi, pelayanan publik, dan mobilitas masyarakat. Karena itu, penyelesaian yang cepat, transparan, dan menyeluruh sangat dibutuhkan,” ujar salah seorang pengusaha SPBU di Medan.(Ali)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

Syamsul Lubis Ajak Sekolah Budayakan Siaga Bencana, Keselamatan Siswa Jadi Prioritas

Sidimpuanpos.com, PADANGSIDIMPUAN – Kesiapsiagaan menghadapi bencana di lingkungan pendidikan perlu dibangun secara sistematis dan berkelanjutan. Sekolah tidak hanya menjadi...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This