Sidimpuanpos.com – Kelangkaan BBM di Kota Padangsidimpuan semakin mempersulit sopir angkutan umum. Antrean panjang di SPBU membuat pasokan sulit diperoleh, menyebabkan banyak angkutan mengurangi rit perjalanan bahkan berhenti beroperasi, Kamis (11/12/2025).
Sopir becak bermotor, JH, mengatakan kelangkaan BBM membuat pendapatannya menurun drastis karena harus mengantre berjam-jam tanpa hasil.
“Dari subuh saya sudah di SPBU, tapi tetap nggak dapat. Sudah sering antre dari pagi sampai siang, tapi kadang ada kadang kosong. Kalau pun dapat, hanya satu atau dua liter. Mana cukup buat narik seharian,” keluhnya.
Baca Juga : DWP Padangsidimpuan Teguhkan Peran Strategis pada HUT ke-26
Ia mengaku waktu bekerja kini habis di SPBU sehingga kebutuhan keluarga sulit terpenuhi. “Anak di rumah perlu makan. Kami juga punya kebutuhan. Tapi kalau begini terus, kami sopir mau hidup dari apa,” tambahnya.
Sopir angkot, Rahman, menyebut kini hanya bisa menjalankan satu hingga dua rit per hari.
“Biasanya enam sampai tujuh rit bisa kami jalani. Sekarang satu atau dua rit pun sudah syukur. Itu pun takut-takut, jangan sampai angkot mogok di tengah jalan karena minyaknya habis,” ujarnya.
Ia mengatakan banyak sopir memilih tidak beroperasi karena pasokan tidak menentu. “Teman-teman sudah banyak yang parkir angkotnya. Kalau tidak ada BBM, ya otomatis kami berhenti kerja,” katanya.
Pengurangan armada membuat masyarakat kesulitan mendapatkan angkutan umum. Rahman menyebut kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas warga.
“Kasihan juga penumpang. Mereka butuh angkot untuk pergi kerja atau sekolah. Tapi kalau angkot nggak ada, ya mereka yang kena dampaknya juga,” ujarnya.
Para sopir mulai mempertimbangkan kenaikan tarif karena pendapatan terus menurun.
“Kami sebenarnya tidak mau menaikkan tarif. Kami tahu kondisi masyarakat juga susah. Tapi kalau BBM tetap langka dan mahal di luar, bagaimana kami bisa bertahan,” ucap JH.
Para sopir berharap pemerintah segera menstabilkan suplai BBM dan melakukan pengawasan distribusi.
Lihat Juga : Silaturahmi Ulama dan Pemerintah Teguhkan Sinergi di Padangsidimpuan
“Kami berharap pemerintah daerah bisa bantu. Setidaknya ada penjelasan atau solusi sementara. Jangan sampai transportasi umum lumpuh total,” harap Rahman.
Kelangkaan BBM dikhawatirkan berdampak lebih luas pada mobilitas warga dan perekonomian lokal. Sopir berharap kebijakan cepat diterapkan agar kondisi segera pulih.(SW)


