Sidimpuanpos.com – Deru mesin sepeda motor dan klakson mobil bersahut-sahutan di kawasan pendidikan Sadabuan, Kota Padangsidimpuan, Senin pagi (19/01/2026).
Awal pekan selalu menghadirkan cerita yang sama: ribuan pelajar dan orang tua murid berjibaku dengan kepadatan lalu lintas demi mengejar waktu upacara bendera yang dimulai pukul 07.30 WIB.
Sejak pukul 06.45 WIB, arus kendaraan mulai padat. Orang tua tampak cemas menatap jam tangan, sementara para pelajar berseragam sekolah duduk gelisah di atas motor, berharap bisa tiba tepat waktu.
Baca Juga : Sejumlah Harga Bahan Pokok di Pasar Sibuhuan Alami Penurunan
Kepadatan mencapai puncaknya menjelang pukul 07.15 WIB, ketika kendaraan roda dua dan roda empat saling berebut ruang untuk menurunkan siswa di depan gerbang sekolah.
Situasi semakin sempit dengan hadirnya angkutan kota yang berhenti menunggu penumpang. Aspal Sadabuan yang biasanya lengang berubah menjadi lautan kendaraan. Beberapa pelajar bahkan terlihat berlari kecil begitu turun dari kendaraan, mencoba mengejar waktu yang kian menipis.
Dalam pantauan di lokasi, sejumlah pelajar yang datang terlambat terpaksa menunggu di luar pagar sekolah. Upacara bendera sudah dimulai, sementara gerbang sekolah telah ditutup petugas keamanan. Wajah-wajah lesu tampak di antara mereka.
“Kami sudah hampir sampai ke gerbang, tapi satpam keburu menutupnya. Terlambat sedikit saja,” ujar seorang siswa SMK Negeri 2 Padangsidimpuan dengan nada kecewa.
Meski tampak padat, kemacetan tidak sampai lumpuh total. Setelah pukul 07.15 WIB, arus kendaraan mulai bergerak lebih teratur. Sebagian besar siswa telah memasuki area sekolah, dan para pengantar segera meninggalkan lokasi usai menurunkan anak-anak mereka.
Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) yang berjaga di lokasi mengatakan, kepadatan lalu lintas setiap Senin memang sulit dihindari. “Hari Senin paling ramai karena ada upacara. Tapi alhamdulillah, setelah jam 07.15 WIB situasi mulai terkendali dan tidak sampai macet total,” ujarnya.
Lihat Juga : Jalan Lingkungan III Banjar Raja Rusak, Warga Desak Pengaspalan
Fenomena yang kerap disebut warga sebagai “dilema Senin pagi” ini terus menjadi perhatian. Banyak orang tua berharap adanya pengaturan lalu lintas yang lebih maksimal atau keterlibatan petugas keamanan sekolah untuk membantu mengurai kepadatan, agar risiko kecelakaan bisa ditekan dan siswa dapat mengikuti kegiatan sekolah tanpa dibayangi stres di jalan.
Menjelang pukul 07.30 WIB, kawasan pendidikan Sadabuan kembali berangsur normal. Kendaraan melaju dengan kecepatan sedang, sementara di balik pagar sekolah, aktivitas belajar mengajar pun resmi dimulai.(Dani)


