Sidimpuanpos.com – Deretan lapak sayur di Pasar Sibuhuan tampak lebih ramai dari biasanya. Senyum para pembeli terlihat lebih lepas ketika menanyakan harga, sementara pedagang dengan ringan menyebut angka yang kini terasa lebih bersahabat.
Dalam beberapa waktu terakhir, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional tersebut terpantau mengalami penurunan, Senin (19/1/2026).
Cabai yang sebelumnya kerap membuat ibu rumah tangga mengelus dada, kini dijual seharga Rp20.000 per kilogram. Bahkan, pembeli yang hanya membutuhkan sedikit bisa membawa pulang seperempat kilogram cabai dengan harga sekitar Rp5.000.
Baca Juga : Jalan Lingkungan III Banjar Raja Rusak, Warga Desak Pengaspalan
Harga tomat pun ikut turun. Pada pagi hingga siang hari, tomat dijual Rp7.000 per kilogram, dan menjelang sore harganya bisa turun hingga Rp5.000 per kilogram.
Harga bawang juga relatif terjangkau. Bawang ukuran sedang dijual sekitar Rp10.000 per kilogram, sementara bawang berukuran kecil dapat diperoleh dengan harga Rp7.000 per kilogram.
Kondisi ini memberi napas lega bagi pembeli yang setiap hari menggantungkan kebutuhan dapurnya di pasar tradisional.
Maswani (50), salah satu pedagang sayur di Pasar Sibuhuan, mengaku penurunan harga ini sudah ia rasakan sejak beberapa waktu terakhir. Perempuan yang telah hampir 20 tahun berjualan di pasar tersebut mengatakan, meski harga turun, tantangan tetap ada.
“Kalau harga turun, saingan makin banyak. Tapi kalau harga naik, pembeli malah sepi,” ujarnya sembari menata dagangannya.
Lihat Juga : Colt Diesel Masuk Parit di Padang Lawas, Lalu Lintas Terganggu
Bagi Maswani, berjualan bukan sekadar soal untung dan rugi, tetapi juga tentang bertahan di tengah perubahan harga dan persaingan. Ia berharap kondisi pasar tetap stabil agar pedagang kecil sepertinya bisa terus mengais rezeki.
Penurunan harga sejumlah kebutuhan pokok ini pun diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, terutama para pembeli yang setiap hari bergantung pada Pasar Sibuhuan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.(Fazry)


