Selasa, Oktober 13, 2026

Kolaborasi PTMSI, Disdik, KONI dan Cabdisdik Perkuat Regenerasi Atlet Muda

Must Read

sidimpuanpos.com – Turnamen tenis meja tingkat pelajar se-Kota Padangsidimpuan digelar atas kolaborasi Pengurus Kota (Pengkot) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Padangsidimpuan, Dinas Pendidikan, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), serta Cabang Dinas Pendidikan Sumatera Utara Wilayah XI.

Mengusung tema “Junjung Sportivitas, Raih Prestasi”, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya bersama dalam pembinaan sekaligus mencari bibit atlet tenis meja sejak usia pelajar.

Turnamen ini terbuka bagi pelajar tingkat SD, SMP hingga SMA sederajat. Pertandingan dipusatkan di GOR Kasmia, Jalan BM Muda, Kelurahan Silandit, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan.

Ketua PTMSI Kota Padangsidimpuan, Muhammad Iqbal Harahap, mengatakan keterlibatan sejumlah pihak dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan ruang bagi pelajar untuk berkompetisi sekaligus menemukan atlet-atlet muda yang berpotensi.

Baca Juga: Wali Kota Padangsidimpuan Dorong KNPI Perkuat Solidaritas dan Kerja Nyata

“Turnamen ini kita gelar bukan hanya untuk mencari juara, tetapi yang paling penting memberikan ruang kepada para pelajar untuk bertanding, mengasah kemampuan dan membangun mental kompetisi. Kita ingin bibit-bibit muda tenis meja di Padangsidimpuan terus tumbuh dan berkembang,” ujar Muhammad Iqbal, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, pembinaan olahraga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Dukungan sekolah, pemerintah melalui Dinas Pendidikan, KONI, serta Cabang Dinas Pendidikan Sumut Wilayah XI diperlukan agar pembinaan atlet dapat berjalan secara berkelanjutan.

Iqbal juga mengingatkan bahwa sportivitas menjadi bagian penting dalam pertandingan. Para peserta tidak hanya dituntut mengejar kemenangan, tetapi juga harus mampu menghargai lawan dan menjadikan setiap pertandingan sebagai pengalaman untuk meningkatkan kemampuan.

“Menang atau kalah adalah bagian dari proses. Yang paling penting adalah berani bertanding, menghormati lawan dan terus belajar untuk meningkatkan kemampuan,” katanya.

Ia menyampaikan, pendaftaran peserta dibuka hingga Senin, 7 September 2026 dan tidak dipungut biaya. Sementara technical meeting dijadwalkan berlangsung Selasa, 8 September 2026, mulai pukul 15.00 WIB.

Adapun pertandingan dilaksanakan selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 September 2026, sejak pukul 09.00 WIB sampai selesai.

Panitia juga menyediakan trofi, sertifikat dan uang pembinaan bagi peserta berprestasi, mulai dari Juara I, Juara II, Juara III bersama hingga peserta yang berhasil melaju ke babak delapan besar.

Muhammad Iqbal berharap kolaborasi lintas lembaga tersebut dapat menjadi awal bagi terbentuknya pembinaan tenis meja yang lebih terarah di Kota Padangsidimpuan.

“Kami berharap dari kegiatan ini muncul atlet-atlet muda yang nantinya bisa membawa nama Padangsidimpuan di tingkat Provinsi maupun nasional. Ini adalah salah satu langkah kita untuk membangun regenerasi,” pungkasnya.

Ia juga mengingatkan para pelajar untuk menjadikan pertandingan sebagai bagian dari proses belajar dan membangun mental sebagai atlet.

“Jangan takut kalah. Kekalahan dalam pertandingan adalah bagian dari proses menjadi atlet. Yang penting sportif, disiplin dan mau terus berlatih. Prestasi itu lahir dari proses yang panjang,” tegasnya.

Terpisah Ketua KONI Kota Padangsidimpuan, Hasanuddin Sipahutar, menyambut baik pelaksanaan turnamen tenis meja tingkat pelajar tersebut.

Menurut Hasanuddin, kompetisi di tingkat pelajar merupakan bagian penting dalam membangun dasar pembinaan olahraga prestasi di Kota Padangsidimpuan.

Lihat Juga: Polres Tapsel Ungkap Peredaran Sabu di Sipirok, 10,05 Gram Diamankan

“KONI sangat mendukung turnamen seperti ini. Pembinaan atlet tidak bisa dilakukan secara instan. Harus dimulai sejak usia pelajar, diberikan ruang bertanding, kemudian dibina secara berkelanjutan,” ujar Hasanuddin.

Ia menilai turnamen tersebut bukan hanya menjadi ajang memperebutkan trofi dan hadiah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan sekaligus melihat atlet-atlet muda yang memiliki potensi untuk dikembangkan.

“Dari kompetisi seperti inilah kita bisa melihat siapa yang memiliki bakat, teknik, mental dan semangat bertanding. Atlet yang potensial jangan sampai berhenti setelah turnamen selesai, tetapi harus mendapat pembinaan lanjutan,” katanya.

Hasanuddin juga menyebut kolaborasi PTMSI, Dinas Pendidikan, Cabang Dinas Pendidikan Sumut Wilayah XI, KONI, sekolah, pelatih dan orang tua sangat diperlukan dalam proses pembinaan atlet.

“Kalau semua pihak berjalan bersama, saya yakin pembinaan olahraga di Padangsidimpuan akan semakin kuat. Sekolah menjadi tempat menemukan bibit, organisasi cabang olahraga melakukan pembinaan, sementara KONI mendorong agar atlet-atlet potensial memiliki jalur menuju prestasi yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Menurut Hasanuddin, KONI Kota Padangsidimpuan memiliki kepentingan dalam melahirkan atlet-atlet muda dari berbagai cabang olahraga. Karena itu, ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin dan tidak hanya menjadi agenda sesaat.

“Target kita bukan hanya melahirkan juara hari ini. Yang lebih penting adalah membangun atlet yang bisa berprestasi dalam jangka panjang dan membawa nama Kota Padangsidimpuan di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional,” tegasnya. (Wan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

Patroli Sat Samapta Polres Padangsidimpuan, Antisipasi Kejahatan Jalanan dan Jaga Kamtibmas

Sidimpuanpos.com, PADANGSIDIMPUAN – Guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), jajaran Satuan Samapta Polres Padangsidimpuan melaksanakan patroli...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This