Sidimpuanpos.com – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda Kota Padangsidimpuan mencapai titik krusial pada Sabtu (31/01/2026).
Kosongnya pasokan di sejumlah SPBU utama telah memicu terjadinya antrean kendaraan yang luar biasa panjang, hingga menyebabkan arus lalu lintas di beberapa ruas jalan protokol nyaris lumpuh total.
Berdasarkan pantauan di lapangan, tiga titik pengisian utama yakni SPBU Sadabuan, SPBU Jalan Sutombol, dan SPBU Padang Matinggi melaporkan stok BBM dalam keadaan kosong total.
Baca Juga : Taman Kota di Bawah Jembatan Siborang Terbengkalai
Saat ini, konsentrasi kendaraan bertumpu sepenuhnya pada SPBU Sitamiang yang menjadi satu-satunya lokasi dengan stok BBM yang masih tersedia.
Kondisi ini mengakibatkan penumpukan kendaraan yang tidak terelakkan. Untuk kategori kendaraan roda empat, antrean terlihat mengular sangat panjang hingga mencapai kawasan Kelurahan Bincar Kamcar.
Deretan mobil pribadi dan angkutan umum tampak parkir berjam-jam menunggu giliran pengisian.
Situasi yang lebih padat terlihat pada antrean kendaraan roda dua. Ribuan sepeda motor memenuhi badan jalan hingga meluber ke Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di depan Toko Bolu Amanda. Antrean yang sangat padat ini memakan lajur kiri jalan, sehingga mempersempit ruang gerak kendaraan lain yang ingin melintas.
Kepadatan lalu lintas di sekitar area antrean menjadi tantangan berat bagi para pengguna jalan lainnya. Banyak warga yang mengeluhkan waktu produktif mereka terbuang hanya untuk mendapatkan beberapa liter bahan bakar.
​”Saya sudah antre dari pagi, tapi antreannya sampai ke depan Bolu Amanda. Motor hampir mati karena bensin sudah di titik merah. Kalau semua SPBU di kota kosong begini, kami yang kerja lapangan jadi susah,” ujar salah seorang pengendara motor di lokasi.
Lihat Juga : Pemko Padangsidimpuan Lepas Relawan Sapa Yatim ke Samosir
Pihak SPBU Jln Sutombol juga memberikan pendapat “Untuk BBM sendiri kita tidak tahu kapan masuknya karena saya takut salah jawab dan menjadikan konflik kemacetan yang BBM itu sendiri belum tentu datang hari itu juga,” Ujar petugas SPBU tersebut.
Masyarakat berharap pihak Pertamina dan pemerintah daerah segera mengambil langkah darurat untuk menambah pasokan BBM ke Kota Padangsidimpuan guna mengurai kemacetan dan menormalkan kembali aktivitas ekonomi warga yang terganggu akibat krisis ini.(Dani)


