Sidimpuanpos.com – Area yang awalnya diproyeksikan menjadi pusat taman kota di bawah Jembatan Siborang, Kota Padangsidimpuan, kini kondisinya sangat memprihatinkan (31/01/2026).
Proyek yang seharusnya menjadi ruang terbuka hijau dan ikon wisata baru di jantung kota tersebut justru terbengkalai dan tak kunjung dibuka untuk masyarakat umum.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa fasilitas yang telah dibangun mulai mengalami kerusakan serius. Lantai taman mulai pecah-pecah, dinding bangunan retak, dan area yang seharusnya rapi kini tertutup semak belukar yang rimbun.
Baca Juga : Pemko Padangsidimpuan Lepas Relawan Sapa Yatim ke Samosir
Keberadaan taman yang terbengkalai ini mencoreng pemandangan di salah satu titik paling strategis di Kota Padangsidimpuan. Kondisi taman yang berada tepat di bawah perbukitan atau area jembatan ini memicu beragam tanggapan negatif dari warga yang sehari-hari melintasi kawasan tersebut. Harapan akan adanya tempat bersantai yang asri kini berubah menjadi pemandangan kumuh.
“Dulu janjinya ini jadi tempat wisata bagus dan anak-anak main. Sekarang lihat saja, bangunannya sudah retak-retak, padahal belum pernah dipakai. Kami sedih melihat uang rakyat habis begitu saja tapi tidak ada hasilnya.” Ujar bapak HM yang tidak mau di ungkapkan namanya.
Salah seorang warga yang tinggal di kawasan tersebut menyampaikan pendapatnya terkait alasan taman tersebut belum dibuka untuk umum.
“Kemarin sebenarnya taman ini hampir dibuka. Namun, bencana banjir datang dan mengakibatkan area taman terendam air dalam jumlah besar, sehingga merusak sejumlah bagian taman. Kondisi ini membuat lokasi tersebut dinilai kurang memungkinkan untuk dijadikan taman, karena berada berdampingan langsung dengan aliran sungai,” ujar Marwan, warga setempat.
Lihat Juga : Warga Silandit Keluhkan Jalan Rusak yang Tak Kunjung Diperbaiki
Keterbengkalaian taman ini diduga berkaitan dengan masalah administratif dan teknis yang menghambat fungsionalisasi bangunan. Warga menilai kurangnya pengawasan menyebabkan kualitas bangunan sangat rendah sehingga rusak sebelum sempat digunakan oleh publik.
Hingga saat ini, masyarakat masih menunggu langkah nyata dari pemerintah kota untuk melakukan renovasi atau pembersihan lahan. Warga berharap area tersebut tidak dibiarkan begitu saja hingga hancur total, melainkan segera difungsikan agar memberikan manfaat nyata bagi estetika kota dan ekonomi kerakyatan di Padangsidimpuan.(Dani)


