Sidimpuanpos.com — Aktivitas perdagangan di sejumlah pasar tradisional Kota Padangsidimpuan yang meliputi pasar sangkumpal bonang, pajak batu dan ucok kodok, menunjukkan penurunan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Selasa (2/12/2025)
Kondisi ini dipicu oleh kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di berbagai SPBU akibat banjir dan longsor yang menghambat pendistribusian
Susahnya mendapatkan BBM memicu kenaikan harga sejumlah bahan pokok yang semakin membebani masyarakat. Dua faktor tersebut membuat tingkat kunjungan masyarakat ke pasar menurun tajam, sehingga memengaruhi aktivitas masyarakat dan perekonomian pedagang kecil.
Seorang pedagang bahan pokok di sangkumpal bonang, Nurhafizah menyebutkan harga cabai melambung dari 80rb naik menjadi 100rb perkilogram, begitu juga dengan bahan pokok lainnya. “Ujarnya
Baca Juga : Pasokan Terganggu, Harga Cabai di Pasar Baru Panyabungan Tembus Rp100 Ribu
Ia juga mengatakan bahwa pasokan menipis akibat curah hujan yang terus menerus yang merusak kebun masyarakat
Pantauan di lapangan menunjukkan suasana pasar tampak jauh lebih lenggang dibandingkan hari-hari biasanya. Lapak-lapak pedagang yang biasanya dipadati pembeli kini terlihat longgar, sementara sebagian pedagang memilih membuka dagangan lebih singkat karena sepinya transaksi.
Seorang juru parkir juga mengaku bahwa pengunjung kian sepi akibat kelangkaan bbm dan kenaikan harga
“Seperti yang kamu lihat, pengunjung sepi!” Katanya
Selain kelangkaan BBM, para pedagang juga mengeluhkan kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, seperti tomat, cabai merah, dan bawang
Lihat Juga : Kelangkaan Ikan Laut dan Sungai Meluas di Padangsidimpuan Akibat Putusnya Akses Transportasi
Menurut Romaito, kenaikan harga ini tidak hanya memberatkan pembeli, tetapi juga mengurangi jumlah pembelian. “Banyak yang beli separuh dari biasanya. Mereka bilang kondisi ekonomi makin sulit,” tambahnya.
Masyarakat berharap kelangkaan BBM dan kenaikan harga bahan pokok segera dapat diatasi agar aktivitas pasar kembali normal. Para pedagang, yang sebagian besar menggantungkan penghasilan harian dari transaksi pasar tradisional, berharap pemerintah bergerak cepat agar dampak ekonomi yang ditimbulkan tidak semakin meluas. (AG)


