Selasa, Oktober 13, 2026

Polres Padangsidimpuan dan SPBU Sepakat Batasi Pembelian BBM

Must Read

Sidimpuanpos.com – Polres Padangsidimpuan menggelar rapat mendadak bersama para pengusaha SPBU menyusul terlambatnya distribusi BBM akibat terputusnya jalur logistik di beberapa titik wilayah Tabagsel.

Rapat yang dipimpin Kapolres Padangsidimpuan AKBP Wira Prayatna itu dihadiri para Kasat, pengusaha SPBU, serta perwakilan Pemko Padangsidimpuan, Senin (1/12/2025) di Aula Pratidina Mapolres.

Pertemuan tersebut membahas langkah percepatan distribusi BBM di tengah meningkatnya kebutuhan dan kendala teknis pasca banjir dan longsor yang melanda Sumatera Utara.

Baca Juga : PWI Luncurkan Kick Off HPN 2026 di Alun-alun Serang

Dalam arahannya, Kapolres AKBP Wira Prayatna menegaskan bahwa Polres telah menempatkan personel di setiap SPBU untuk menjaga ketertiban pelayanan.

“Kami berharap pihak SPBU dapat menyampaikan data pendistribusian harian dan kendala di lapangan agar pengawasan dapat lebih optimal,” ujarnya.

Pada sesi diskusi, pengelola SPBU melaporkan kondisi stok dan hambatan distribusi, mulai dari keterlambatan pasokan, gangguan sistem aplikasi, hingga potensi antrean panjang yang memicu keributan.

SPBU Sitamiang hanya menerima 8.000 liter Pertalite, sementara jenis BBM lain belum masuk akibat audit sistem.

SPBU Batunadua melaporkan kendala serupa, termasuk sulitnya memantau pasokan karena gangguan sistem.

SPBU Padangmatinggi menyoroti potensi provokasi saat antrean roda dua membludak.

SPBU Manunggang dan Sadabuan mengeluhkan kemacetan di jalur lintas serta perubahan pola order BBM yang kini ditentukan langsung oleh Pertamina pascabencana.

Kasat Reskrim AKP Hasiholan Naibaho turut memberikan arahan terkait keamanan, terutama di SPBU yang memiliki fasilitas ritel.

“Jika situasi dinilai rawan penjarahan, SPBU berhak menutup sementara area supermarket sesuai arahan Polda Sumut untuk meminimalisir potensi gangguan keamanan,” tegasnya.

Menutup rapat, seluruh pihak sepakat memberlakukan pembatasan pembelian BBM guna menjaga ketersediaan dan mencegah penimbunan.

Solar dibatasi 60 liter untuk angkutan umum dan 40 liter untuk kendaraan pribadi. Pertalite dibatasi 5 liter untuk roda dua dan 20 liter untuk kendaraan roda empat ke atas.

Lihat Juga : Akses Terputus, Warga Pagaran Honas Krisis Bantuan

Selain itu, dibentuk grup WhatsApp untuk memonitor distribusi BBM ke seluruh SPBU secara real time.

Kebijakan ini akan dibahas lebih lanjut bersama Pemko Padangsidimpuan untuk ditetapkan sebagai regulasi daerah demi menjaga stabilitas pasokan dan keamanan layanan di seluruh SPBU.(Pan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

173 Warga Simarpinggan Dapat Pengobatan Gratis, Agincourt Resources Hadirkan Tiga Dokter Spesialis

Sidimpuanpos.com, TAPANULI SELATAN – Sebanyak 173 warga Desa Simarpinggan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), mendapat pelayanan pemeriksaan dan pengobatan gratis...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This