Selasa, Oktober 13, 2026

Unimed Dampingi Guru Delitua Kuasai Pembelajaran Berbasis Digital

Must Read

Sidimpuanpos.com – Semangat belajar tidak hanya tumbuh di bangku siswa, tetapi juga terus hidup di kalangan para guru. Hal itu terlihat di UPT SPF SDN 101797 Delitua, ketika puluhan guru mengikuti program pendampingan yang digagas Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Medan (Unimed) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).

Selama dua hari pelaksanaan, yakni 26 Juni dan 3 Juli 2026, para pendidik diajak memperkuat kompetensi agar mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih kolaboratif, dekat dengan budaya lokal, sekaligus selaras dengan perkembangan teknologi digital.

Program tersebut mengangkat tema “Pendampingan Peningkatan Kompetensi Guru dalam Perancangan Pembelajaran Kolaboratif Berbasis Kearifan Lokal Terintegrasi Platform Digital.” Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi pendidikan dasar agar mampu menjawab tantangan pembelajaran di era modern.

Baca Juga : Kapolres Tapsel: Polri Harus Hadir dan Dirasakan Masyarakat

Kegiatan dipimpin oleh Dr. Nurmayani, M.Ag., bersama tim yang terdiri atas Dr. Hapni Laila Siregar, S.Ag., M.A., Dr. Nurhairani, S.Pd., M.Pd., Sugianto, S.Pd.I., M.A., serta didukung asisten PKM Yusron Abda’u Ansya, S.Pd.

Dalam sambutannya, Dr. Nurmayani menegaskan bahwa guru memiliki peran sentral dalam menciptakan proses belajar yang bermakna bagi peserta didik. Karena itu, pendampingan yang diberikan tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di ruang kelas.

“Tujuan utama kami adalah meningkatkan kapasitas guru di SDN 101797 Delitua agar mampu mengembangkan modul ajar yang kontekstual, kolaboratif, serta memadukan nilai-nilai kearifan lokal dengan kecakapan teknologi digital. Harapannya, tercipta ekosistem belajar yang relevan dengan kebutuhan dan masa depan siswa,” ujar Dr. Nurmayani.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia pendidikan dalam menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21, sekaligus mendukung visi pemerintah dalam membangun sumber daya manusia unggul sejak usia dini.

Deep Learning dan Kearifan Lokal sebagai Fondasi Pembelajaran

Pada sesi materi, Dr. Nurhairani, S.Pd., M.Pd. menjelaskan pentingnya penerapan pendekatan Deep Learning dalam Kurikulum Merdeka. Menurutnya, pembelajaran saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada kemampuan menghafal, melainkan mendorong peserta didik memahami konsep secara mendalam melalui pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Lihat Juga : AKP Raden Saleh Borong Dua Gelar Juara Menembak Hari Bhayangkara ke-80

Ia menilai kekayaan budaya di lingkungan Delitua merupakan sumber belajar yang sangat berharga. Ketika nilai-nilai lokal dipadukan dengan pembelajaran kolaboratif, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga membangun karakter, rasa memiliki terhadap budaya, dan kesiapan menghadapi tantangan global.

“Kearifan lokal di sekitar Delitua adalah laboratorium kehidupan. Ketika nilai-nilai budaya diangkat sebagai konteks belajar dan dipadukan dengan kerja kolaboratif, siswa akan belajar secara kognitif dan emosional sekaligus. Mereka tidak hanya mencintai identitasnya, tetapi juga siap bersaing di kancah global,” jelasnya.

Materi kemudian diperkuat oleh Dr. Halimatussakdiah, S.Pd., M.Hum., yang mengulas strategi penerapan pembelajaran kolaboratif di dalam kelas. Ia menekankan bahwa kelas yang efektif adalah ruang belajar yang memberi kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi, bertukar ide, bekerja sama, dan melakukan refleksi bersama, sementara guru berperan sebagai fasilitator yang merancang pengalaman belajar tersebut.

Menurutnya, pendekatan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga memperkuat karakter sosial, toleransi, serta kepedulian terhadap lingkungan dan budaya setempat.

Pada sesi praktik, para guru mendapatkan pengalaman langsung memanfaatkan berbagai platform digital. Riti Humaya, S.Pd. membimbing peserta menggunakan Canva untuk membuat media pembelajaran, Google Form sebagai sarana pengumpulan data, Magic School AI untuk mendukung penyusunan materi berbasis kecerdasan buatan, hingga aplikasi Quizizz dan Blooket sebagai media evaluasi pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan.

Melalui pemanfaatan teknologi tersebut, materi berbasis kearifan lokal diharapkan dapat disajikan dengan cara yang lebih menarik sehingga mudah diterima oleh generasi alfa.

Tidak hanya menyusun modul ajar, para guru juga mengikuti simulasi mengajar (microteaching) di hadapan tim ahli dan sesama peserta. Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama untuk memperoleh masukan secara langsung sehingga metode pembelajaran yang disusun dapat terus disempurnakan sebelum diterapkan kepada siswa.

Apresiasi Sekolah dan Komitmen Pendampingan Berkelanjutan

Kepala UPT SPF SDN 101797 Delitua, Siti Salamah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Tim PKM Unimed yang dinilainya memberikan pengalaman baru bagi para guru dalam menghadapi perubahan dunia pendidikan.

Menurutnya, kemampuan guru untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari. Karena itu, pelatihan yang menggabungkan pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan dengan nilai-nilai kearifan lokal dinilai sangat relevan bagi peningkatan kualitas pembelajaran.

Baca Juga : Purna Tugas AKP Kenborn Sinaga Warnai Hari Bhayangkara di Polres Padangsidimpuan

“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran tim Unimed. Di era digital, guru harus terus bertransformasi agar tidak tertinggal. Pelatihan integrasi teknologi dan AI berbasis kearifan lokal ini sangat bermanfaat dan kami berharap program seperti ini bisa terus berlanjut secara berkelanjutan,” ujarnya.

Komitmen Tim PKM LPPM Unimed tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan. Pendampingan akan terus dilakukan melalui kegiatan monitoring, evaluasi, serta pembinaan secara daring guna memastikan peningkatan kompetensi guru berlangsung secara berkesinambungan.

Seluruh rangkaian pengabdian kepada masyarakat ini didukung melalui Pendanaan Dana PNBP Universitas Negeri Medan Tahun Anggaran 2026 berdasarkan Surat Keputusan Rektor Unimed Nomor 063/UN33.8/PPKM/PKM2026. Dukungan tersebut menjadi bukti komitmen Unimed dalam menghadirkan solusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan melalui riset, kolaborasi, dan pengabdian kepada masyarakat.(Ali)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

173 Warga Simarpinggan Dapat Pengobatan Gratis, Agincourt Resources Hadirkan Tiga Dokter Spesialis

Sidimpuanpos.com, TAPANULI SELATAN – Sebanyak 173 warga Desa Simarpinggan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), mendapat pelayanan pemeriksaan dan pengobatan gratis...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This