Rabu, Oktober 14, 2026

Ustadz Zulfiandi Ajak Jamaah Tingkatkan Kualitas Shalat

Must Read

Sidimpuanpos.com – Suasana Masjid Raya Al-Abror, Kota Padangsidimpuan, tampak lebih khusyuk dari biasanya, Senin (03/03/2026) siang. Usai menunaikan Shalat Dzuhur, ratusan jamaah tidak langsung beranjak. Mereka tetap duduk bersila, menanti tausiyah rutin Ba’da Dzuhur yang kali ini menghadirkan Ustadz Dr. Zulfiandi Nasution, M.Pd.

Memasuki pertengahan Ramadan 1447 Hijriyah, tema yang diangkat terasa begitu dekat dengan keseharian umat Islam: “Meningkatkan Kualitas Shalat.”

Dengan gaya penyampaian yang tenang dan sistematis, Dr. Zulfiandi mengajak jamaah merenungi kembali makna shalat. Ia menegaskan bahwa shalat bukan sekadar rangkaian gerakan yang diulang lima kali sehari, melainkan ruang dialog paling intim antara hamba dan Sang Pencipta.

Baca Juga : Pererat Silaturahmi, Sat Binmas Padangsidimpuan Bagikan Takjil

Menurutnya, kualitas hidup seorang Muslim kerap menjadi cerminan dari kualitas shalatnya. Ia menyinggung kebiasaan sebagian orang yang menunaikan shalat secara tergesa-gesa tanpa penghayatan.

“Banyak dari kita yang shalatnya baru sebatas menggugurkan kewajiban. Padahal, shalat yang berkualitas adalah yang dikerjakan dengan khusyuk dan thuma’ninah. Shalat seperti inilah yang mampu mencegah perbuatan keji dan mungkar serta memberikan ketenangan batin yang sesungguhnya,” jelas Dr. Zulfiandi di hadapan para jamaah.

Ia juga membagikan langkah-langkah sederhana namun mendalam, seperti memahami arti bacaan shalat dan menghadirkan hati seolah sedang berdialog langsung dengan Allah SWT—terlebih di bulan yang penuh keberkahan ini.

Materi yang disampaikan tidak hanya menyentuh nalar, tetapi juga hati para jamaah.

Syarifuddin (50), warga Kelurahan Wek III, mengaku merasa tersentuh.

“Tadi Ustadz Zulfiandi bilang kalau shalat kita cepat-cepat, itu tandanya kita lebih cinta urusan dunia daripada Allah. Saya merasa sangat malu. Ramadhan ini jadi momen saya untuk memperbaiki shalat saya agar lebih tenang dan tidak buru-buru lagi,” ungkapnya dengan nada serius.

Lihat Juga : Universitas Muhammadiyah Asahan Bahas Rencana Kerjasama Dengan Pemko Tanjung Balai

Hal serupa dirasakan Ratna (34), seorang guru honorer. Ia menilai pendekatan edukatif yang disampaikan penceramah sangat mudah dipahami.

“Penjelasan beliau sangat masuk akal karena latar belakang beliau di pendidikan (M.Pd.). Beliau menjelaskan langkah-demi-langkah bagaimana melatih fokus dalam shalat. Ini sangat bermanfaat bagi saya dan keluarga,” tuturnya.

Sekitar 40 menit kajian berlangsung dalam suasana hening yang sarat perenungan. Tausiyah ditutup dengan doa, memohon agar setiap sujud di Ramadan 1447 H menjadi jalan peningkatan takwa.

Saat jamaah perlahan meninggalkan masjid, raut wajah mereka tampak lebih teduh. Di tengah perjalanan Ramadan, siang itu, banyak hati yang seperti diingatkan kembali ke arah yang seharusnya.(Dani)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

Syamsul Lubis Ajak Sekolah Budayakan Siaga Bencana, Keselamatan Siswa Jadi Prioritas

Sidimpuanpos.com, PADANGSIDIMPUAN – Kesiapsiagaan menghadapi bencana di lingkungan pendidikan perlu dibangun secara sistematis dan berkelanjutan. Sekolah tidak hanya menjadi...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This