Sidimpuanpos.com – Wakil Bupati Asahan, Rianto SH MAP, menyambut kedatangan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata–Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di Kabupaten Asahan. Penyambutan berlangsung di Aula Melati, Minggu (21/6/2026).
Dosen Pembimbing Lapangan UGM, Dr. Djaka Marwasta, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Asahan atas dukungan dan sambutan yang diberikan. Ia mengungkapkan, pelaksanaan KKN-PPM di Asahan merupakan yang pertama kalinya bagi UGM.
“Atas nama UGM, kami mengucapkan terima kasih karena telah diberikan kesempatan melaksanakan KKN-PPM selama 50 hari di Kabupaten Asahan,” ujarnya.
Baca Juga : Rusyidi Nasution Dukung Sensus Ekonomi 2026
Djaka menjelaskan, sebanyak 24 mahasiswa yang terdiri dari sembilan laki-laki dan 15 perempuan akan ditempatkan di tiga desa, yakni Desa Tangga, Desa Aek Songsongan, dan Desa Perkebunan Bandar Pulau. Ia berharap para mahasiswa mendapat bimbingan dan dukungan selama menjalankan program pengabdian di masyarakat.
Sementara itu, Koordinator Mahasiswa KKN-PPM, Ridwan Maulana, mengaku antusias dapat mengabdi di Kabupaten Asahan. Ia berharap seluruh peserta memperoleh arahan dan dukungan dari pemerintah maupun masyarakat setempat selama menjalankan kegiatan.
Wakil Bupati Asahan Rianto mengatakan, program KKN-PPM merupakan bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dan memahami berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari kurikulum akademik, tetapi juga mampu membangun kedekatan dengan masyarakat serta melatih mahasiswa menghadapi berbagai tantangan di lapangan,” kata Rianto.
Lihat Juga : Kurir Narkoba Ditangkap di Aek Tampang
Ia juga mendorong mahasiswa untuk berbagi pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, sekaligus menggali potensi daerah yang dapat dikembangkan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, Rianto mengingatkan para mahasiswa agar selalu menghormati adat istiadat, budaya, dan aturan yang berlaku di daerah setempat, serta menjaga nama baik almamater. Ia juga meminta camat dan kepala desa di lokasi KKN untuk turut melakukan pendampingan dan memberikan dukungan kepada para mahasiswa selama masa pengabdian.


