Rabu, Oktober 14, 2026

Wamen ATR: Sinergi Penataan Aset dan Akses Kunci Sukses Reforma Agraria

Must Read

Sidimpuanpos.com – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menekankan pentingnya sinergi antara Penataan Aset dan Penataan Akses sebagai kunci utama keberhasilan program Reforma Agraria. Hal ini disampaikannya saat membuka acara Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penataan Agraria Semester I Tahun Anggaran 2025 di Jakarta, Kamis (31/7/2025).

Dalam acara tersebut, Wamen Ossy juga memberikan penghargaan kepada Heri Mulianto, Kepala Pusat Penilaian Kompetensi BPSDM Kementerian ATR/BPN, atas karyanya yang berupa lagu Mars Reforma Agraria. Lagu ini diharapkan menjadi semangat baru dalam gerakan reforma agraria.

Acara ini turut dihadiri oleh para pejabat tinggi Kementerian ATR/BPN serta Kepala Bidang Penataan dan Pemberdayaan Kanwil BPN Provinsi seluruh Indonesia.

Menurut Ossy Dermawan, legalisasi tanah melalui Penataan Aset memberikan kepastian hukum bagi masyarakat, namun manfaat ekonomi baru akan terasa optimal jika diimbangi dengan Penataan Akses.

“Tanpa Penataan Akses, masyarakat hanya akan memiliki sertipikat tanah, tetapi tidak dapat meningkatkan taraf hidupnya,” ujarnya.

Baca Juga : DPRD Tapsel Setujui Ranperda APBD 2024

Ia menambahkan, program pemberdayaan lahan yang telah sukses, seperti budidaya pisang cavendish di Jembrana, Bali, bisa direplikasi di berbagai daerah lain dengan adaptasi terhadap kondisi lokal.

Kunci keberhasilan program ini adalah kolaborasi antara pemerintah, masyarakat adat, dan sektor swasta (off-taker).

Wamen Ossy mencontohkan pendekatan praktis dengan mempertemukan petani dan off-taker.

“Kita mulai dengan memetakan kebutuhan off-taker, lalu mempertemukan dengan masyarakat. Jika cocok, bisa langsung difasilitasi dan didorong agar berkelanjutan,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Penataan Agraria, Yulia Jaya Nirmawati, menjelaskan bahwa Penataan Akses menggunakan Model Closed Loop, sebuah pendekatan bisnis yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

“Dengan model ini, proses produksi hingga pemasaran terjamin. Off-taker menjadi bagian penting agar petani tidak dirugikan oleh tengkulak saat panen,” terang Yulia. (Adi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

Progres Jembatan Gantung Sipenggeng Capai 27,5 Persen, Kodim 0212/TS Bersama Warga Terus Berpacu

Sidimpuanpos.com, TAPANULI SELATAN – Pembangunan jembatan gantung di Desa Sipenggeng, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), terus dikebut....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This