Sidimpuanpos.com – Ancaman kabut asap kembali membayangi langit Kalimantan Barat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menetapkan status siaga darurat bencana asap diperpanjang hingga 15 November 2026, menyusul terdeteksinya 200 titik panas (hotspot) yang tersebar di 12 kabupaten.
“Berdasarkan data dari BMKG Supadio per tanggal 27 Juli 2026, terdapat 200 hotspot yang tersebar di 12 kabupaten,” ungkap Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar, Daniel, di Pontianak, Rabu.
Status siaga darurat ini sebenarnya sudah berlaku sejak 2 Februari 2026, namun kembali diperpanjang lantaran sebaran titik panas justru meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Tiga daerah tercatat menyumbang jumlah hotspot terbanyak, yakni Kubu Raya dengan 64 titik, disusul Ketapang 56 titik, dan Kayong Utara 53 titik. Sementara itu, Kota Pontianak, Kota Singkawang, Kabupaten Sambas, dan Sanggau justru nihil hotspot berdasarkan data terbaru.
Baca Juga : Jembatan Perintis Garuda Diresmikan, Sambungkan Tiga Kecamatan di Medan
Tak hanya di tingkat provinsi, delapan kabupaten pun telah menetapkan status siaga darurat serupa—meliputi Kubu Raya, Ketapang, Sambas, Mempawah, Sanggau, Kayong Utara, Melawi, dan Sintang. Bahkan, sebagian daerah telah memperpanjang masa berlaku status tersebut.
Daniel menambahkan, dua daerah yakni Sambas dan Mempawah sempat menetapkan status yang lebih tinggi, yaitu tanggap darurat bencana asap, meski hanya berlaku selama tujuh hari.
Sebagai langkah mitigasi, BPBD Kalbar bersama satuan tugas terpadu terus melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah kabupaten/kota guna menekan bencana kabut asap dan menahan laju pertambahan titik panas. “Untuk meminimalisir bencana kabut asap dan bertambahnya jumlah hotspot, BPBD Kalbar bersama satgas terpadu melakukan pemadaman karhutla di sejumlah kabupaten/kota,” tuturnya.
Ia mengingatkan, berdasarkan data BPBD Kalbar, sebagian besar wilayah Kalimantan Barat berpotensi menghadapi kondisi yang memudahkan terjadinya karhutla pada periode 28 Juli hingga 3 Agustus 2026.(Ali)
Sumber : Antara


