Rabu, Oktober 14, 2026

Edukasi Berbasis SOP Dorong Sawit Rakyat Lebih Produktif dan Berkelanjutan

Must Read

Sidimpuanpos.com – Produktivitas sawit rakyat bisa ditingkatkan, kesejahteraan petani pun dapat diraih, tanpa harus mengorbankan kelestarian lingkungan. Prinsip inilah yang terus dijalankan oleh Imran Sanusi, konsultan perkebunan dari PT Amerta Global Trade (PT AGT) wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), dalam mendampingi pengelolaan kebun sawit rakyat secara berkelanjutan melalui edukasi berbasis Standar Operasional Prosedur (SOP).

Selama lebih dari dua dekade, Imran aktif mendampingi petani sawit rakyat yang selama ini menghadapi tantangan seperti rendahnya hasil panen dan minimnya pengetahuan teknis.

Pendekatan yang diterapkannya bersifat praktis dan langsung menyentuh kebutuhan petani di lapangan. Ia tidak hanya memberikan materi, tetapi juga turun langsung ke kebun untuk membimbing para petani secara intensif.

Baca Juga : Peserta Antusias Ikuti Ujian PPPK ATR/BPN di Padangsidimpuan

“Kami ingin petani memahami, bukan hanya menanam. Edukasi ini adalah jalan keluar dari jerat ketergantungan pada metode lama yang tidak efektif,” tegas Imran Sanusi, Rabu (30/7/2025).

Program pendampingan ini menawarkan solusi yang konkret untuk meningkatkan hasil panen sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap praktik lama yang tidak efisien. Fokus utama edukasi adalah pada penerapan teknik budidaya sawit yang efektif, hemat biaya, dan ramah lingkungan.

Dalam pelatihan, petani diajarkan praktik-praktik seperti pemupukan yang tepat, pemangkasan (pruning), serta manajemen panen yang efisien. Dampaknya mulai terasa nyata — ribuan hektare kebun sawit rakyat berhasil dipulihkan, dan ratusan petani di Tabagsel hingga Riau kini memperoleh hasil panen yang jauh lebih baik.

Lebih dari sekadar teknis budidaya, edukasi ini juga memberikan pemahaman mengenai aspek legalitas lahan dan pentingnya patuh terhadap hukum, agar petani tidak terjebak membuka lahan baru secara ilegal yang dapat memicu konflik hukum dan kerusakan lingkungan.

“Kuncinya bukan pada ekspansi lahan, tapi pada memaksimalkan lahan yang sudah ada dengan SOP yang tepat,” ujarnya.

Imran menyadari bahwa berbagai tantangan mendasar masih dihadapi oleh petani, mulai dari kurangnya pengetahuan teknis, sulitnya akses terhadap pupuk dan sarana produksi, hingga penggunaan bibit non-sertifikat yang menyebabkan rendahnya produktivitas. Ketidakstabilan harga TBS (Tandan Buah Segar) serta minimnya pendampingan lapangan turut memperparah kondisi petani sawit rakyat.

“Semua itu dijawab melalui pendekatan edukatif yang berkelanjutan dan berbasis data lapangan dan wilayah Tabagsel diharapkan menjadi model nasional pengembangan sawit rakyat berkelanjutan,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama dari program edukasi ini adalah untuk meningkatkan kapasitas teknis petani, mendorong implementasi SOP kebun sawit, meningkatkan produktivitas tanpa membuka lahan baru, memperkuat pemahaman hukum dan regulasi, serta membangun kemandirian ekonomi dan semangat kewirausahaan di kalangan petani.

Selain itu, program ini menargetkan terciptanya ekosistem sawit rakyat yang profesional, berkelanjutan, dan bersinergi dengan pemerintah maupun pihak swasta.

Lihat Juga : Bupati Serahkan LPj APBD 2024, Tapsel Raih Opini WTP dari BPK

“Kami tidak menawarkan janji kosong. Kami hadir bersama petani, dari kebun ke kebun, dari masalah ke solusi, demi masa depan sawit rakyat yang lebih sejahtera dan berkelanjutan, karena masa depan petani sawit dimulai dari pemahaman yang benar hari ini,” terangnya.

Imran turut mengajak para petani untuk bergabung dalam gerakan transformasi ini dan mengikuti program pendampingan sawit rakyat berkelanjutan yang digagas oleh PT Amerta Global Trade wilayah Tabagsel, melalui kegiatan edukasi lapangan, pelatihan teknis, konsultasi SOP, serta pendampingan aspek hukum.

“Untuk informasi dan kerja sama, hubungi perwakilan PT Amerta Global Trade. Sawit rakyat maju, lingkungan terjaga, petani sejahtera,” tutupnya. (Adi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

186 Kades di Musi Rawas Ikuti Workshop, Pengelolaan Dana Desa Ditekankan Harus Akuntabel

Sidimpuanpos.com, MUSI RAWAS – Sebanyak 186 kepala desa (kades) se-Kabupaten Musi Rawas mengikuti Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This