Sidimpuanpos.com – Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Dr. Sandi Nugraha, kembali ke almamaternya, Fakultas Hukum (FH) Universitas Sumatera Utara (USU), untuk memberikan kuliah umum.
Di hadapan para guru besar, mahasiswa, dan alumni, Irjen Sandi berbagi pengalaman dan wawasan mengenai paradigma Polri Presisi.
Acara yang berlangsung di Kampus Pascasarjana FH USU ini dihadiri oleh Dekan FH USU, Dr. Mahmul Siregar, dan sejumlah tokoh akademik lainnya.
Dalam kesempatan ini, Irjen Sandi menjelaskan konsep Polri Presisi, yang merupakan singkatan dari Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan.
Baca Juga : Buka Mata Lihat Indahnya Dunia: PTAR Gelar Operasi Katarak Gratis
Konsep ini digagas oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai upaya transformasi Polri agar lebih modern, humanis, dan akuntabel.
Irjen Sandi menekankan bahwa paradigma ini tidak hanya relevan untuk kepolisian, tetapi juga penting bagi dunia hukum dan akademik.
“Mahasiswa hukum harus ikut membangun budaya hukum yang prediktif, bertanggung jawab, serta transparan. Inilah kontribusi nyata kita bagi bangsa,” ujarnya.
Ia menjelaskan tiga pilar utama dalam Presisi:
- Prediktif, yang menekankan penggunaan data dan riset untuk mengantisipasi masalah.
- Responsibilitas, yang menuntut pelayanan yang cepat, tepat, dan penuh tanggung jawab.
- Transparansi Berkeadilan, yang mewajibkan setiap langkah hukum berjalan secara terbuka dan adil.
Menurut Sandi, penerapan paradigma ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik dan mendukung pembangunan nasional.
Ia juga mengajak para mahasiswa dan alumni FH USU untuk berperan aktif dan berani bersentuhan langsung dengan dinamika masyarakat.
Dekan FH USU, Dr. Mahmul Siregar, menyambut baik kehadiran Irjen Sandi, yang dinilainya menguatkan sinergi antara Polri dan dunia akademik.
“Kami berharap mahasiswa mampu menangkap pesan bahwa ilmu hukum harus menyatu dengan praktik yang berkeadilan,” katanya.
Lihat Juga : Polres Padangsidimpuan Sosialisasi Cegah Pungli di Tingkat Desa
Acara ditutup dengan sesi dialog interaktif. Para peserta antusias bertanya seputar tantangan penegakan hukum, digitalisasi layanan kepolisian, dan potensi kerja sama riset antara FH USU dan Polri.
Melalui kehadirannya, Irjen Sandi mengingatkan bahwa peran alumni lebih dari sekadar mengenang masa lalu.
“Almamater ini adalah rumah intelektual kita. Dari sinilah kita bersama-sama membangun Indonesia yang berkeadilan,” pungkasnya. (Galeh)


