Sidimpuanpos.com – PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, kembali menggelar program tahunan Operasi Katarak Gratis dengan tajuk “Buka Mata Lihat Indahnya Dunia”.
Tahun ini, program ini menargetkan 1.400 mata dan akan diselenggarakan di lima rumah sakit di Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Siantar, dan Medan.
Program ini akan berlangsung dalam 17 sesi operasi mulai dari 26 September hingga 30 November 2025.
Lokasi pelaksanaannya mencakup RS Bhayangkara Batang Toru, RSUD Pandan, RSUD Sipirok, RS Mata Siantar, dan RS Mata Mencirim 77 Medan.

Manajemen PT Agincourt Resources bersama (8 dari kiri dst) Plt. Kepala Dinas Kesehatan Tapanuli Selatan Emilda Arasanti, Camat Batang Toru Mara Tinggi Siregar, Danramil 01/Batang Toru Lettu Inf. Surkani Nasution, dan Direktur RS Mata Mencirim 77 Medan dr. Syarifuddin berfoto bersama usai pembukaan Pekan Informasi Kesehatan Mata di Batang Toru, Jumat (22/8/2025)
Baca Juga : Polres Padangsidimpuan Sosialisasi Cegah Pungli di Tingkat Desa
Menurut Rahmat Lubis, General Manager Operations & Deputy Director Operations PT Agincourt Resources, program ini merupakan komitmen perusahaan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat prasejahtera yang memiliki akses terbatas terhadap layanan kesehatan mata.
“Kami ingin membantu masyarakat mendapatkan kembali penglihatan mereka sehingga bisa lebih produktif dan mandiri,” ujar Rahmat.
“Program ini, yang sudah kami jalankan sejak 2011, adalah bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan dan sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-3.”
Sejak pertama kali diluncurkan, program operasi katarak ini telah berhasil mengoperasi 12.173 mata pada 10.684 pasien. Pasien termuda tercatat berusia 8 bulan dan tertua 108 tahun, berasal dari berbagai wilayah di Sumatera Utara.
Selain operasi, PTAR juga berupaya memberikan edukasi komprehensif.
Christine Pepah, Senior Manager Community PT Agincourt Resources, menjelaskan bahwa perusahaan mengadakan Pekan Informasi Kesehatan Mata.
Kegiatan ini melatih tenaga kesehatan dan kader Posyandu untuk deteksi dini katarak dan memberikan edukasi pencegahan di komunitas mereka.
“Kami ingin memastikan manfaat program ini berkelanjutan,” kata Christine, “melalui sosialisasi hingga penanganan medis.”
Pada kegiatan tersebut, Direktur RS Mata Mencirim 77 Medan, dr. Syarifuddin A., Sp.M, menjelaskan gejala katarak seperti penglihatan buram dan sensitivitas terhadap cahaya.
Ia juga menyebutkan teknik operasi yang digunakan, Manual Small Incision Cataract Surgery, yang memungkinkan pemulihan lebih cepat.
Salah satu penerima manfaat program ini adalah Umar Siregar dari Padangsidimpuan. Setelah 15 tahun menderita katarak, Umar yang dulunya harus selalu dituntun, kini dapat beraktivitas mandiri, bahkan mengendarai sepeda motor.
Lihat Juga : Pemko Gandeng Kejari Padangsidimpuan Ambil Alih Aset Daerah
“Rasanya luar biasa sekali,” kata Umar. “Berkat program ini, saya merasa mendapatkan kehidupan baru. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Agincourt Resources karena program ini benar-benar mengembalikan semangat dan kualitas hidup saya.”
Kisah Umar menjadi bukti nyata bahwa program operasi katarak gratis PTAR tidak hanya memulihkan penglihatan, tetapi juga mengembalikan harapan, kemandirian, dan semangat hidup bagi masyarakat. (Adi)


